February 3, 2026

LOKAL TIMES

Update Terus, Gak Ketinggalan Zaman!

Langkah Jafar/Felisha Terhenti di Semifinal Indonesia Masters 2026: Comeback Pahit Tiongkok

Jakarta, 24 January 2026 – Pasangan ganda campuran kebanggaan Indonesia, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, harus menghentikan langkah mereka di babak semifinal turnamen bergengsi Indonesia Masters 2026. Dalam pertandingan sengit yang digelar di hadapan ribuan pendukung di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (13/9/2026), Jafar/Felisha takluk di tangan pasangan tangguh Tiongkok, Chen Zihao/Li Meng, melalui pertarungan tiga gim yang dramatis.

Kekalahan ini terasa pahit karena Jafar/Felisha sebenarnya sempat unggul lebih dulu dan menunjukkan performa menjanjikan. Namun, dominasi di awal pertandingan tak cukup untuk membendung kebangkitan pasangan Tiongkok yang tampil lebih solid di gim-gim penentu.

Pertarungan Sengit Tiga Gim di Istora

Sebagai unggulan keenam di turnamen BWF Super 500 ini, Jafar/Felisha memulai pertandingan dengan keyakinan tinggi. Mereka berhasil mendominasi gim pertama, memimpin perolehan angka sejak awal dan mengendalikan irama permainan. Pukulan-pukulan tajam Jafar di depan net yang dikombinasikan dengan pertahanan solid dan penempatan bola akurat dari Felisha berhasil membuat Chen/Li kesulitan. Hasilnya, gim pertama diamankan dengan skor 21-18.

Memasuki gim kedua, Chen/Li mulai menemukan ritme mereka. Permainan cepat dan serangan agresif dari pasangan Tiongkok membuat Jafar/Felisha sedikit kewalahan. Meskipun sempat saling kejar angka, konsistensi Chen/Li di poin-poin krusial membuat mereka berhasil merebut gim kedua dengan skor 17-21, memaksa pertandingan dilanjutkan ke gim penentuan.

Gim ketiga menjadi klimaks pertarungan yang mendebarkan. Jafar/Felisha sempat tampil meyakinkan di awal gim, bahkan berhasil unggul 11-7 di interval. Dukungan penuh dari Istora semakin membakar semangat mereka. Namun, setelah jeda, Chen/Li menunjukkan mental juara yang luar biasa. Mereka perlahan tapi pasti mengejar ketertinggalan, memanfaatkan beberapa kesalahan sendiri dari Jafar/Felisha serta faktor kelelahan yang mulai terasa di pihak tuan rumah. Momentum berbalik, dan pasangan Tiongkok berhasil mengunci kemenangan di gim ketiga dengan skor tipis 19-21, sekaligus memastikan tiket ke final.

“Kami sudah berjuang maksimal hari ini. Kecewa pasti ada, karena kami merasa punya kesempatan besar, apalagi setelah menang di gim pertama dan unggul di gim penentu. Tapi Chen/Li bermain sangat baik dan mereka lebih siap di momen-momen krusial. Ini akan menjadi pelajaran berharga bagi kami,” ujar Jafar Hidayatullah seusai pertandingan, dengan raut wajah yang menunjukkan kekecewaan.

Refleksi dan Harapan Menuju Masa Depan

Meskipun terhenti di semifinal, pencapaian Jafar/Felisha di Indonesia Masters 2026 tetap patut diapresiasi. Ini adalah turnamen kedua mereka tahun ini di mana mereka berhasil menembus babak empat besar, menunjukkan konsistensi performa yang terus meningkat. Pelatih ganda campuran PBSI, Aryono Miranat, menyatakan bahwa hasil ini adalah bagian dari proses panjang pengembangan pasangan muda ini.

“Potensi Jafar dan Felisha sangat besar. Mereka memiliki teknik dan semangat juang yang tinggi. Kekalahan ini menunjukkan bahwa mereka masih perlu meningkatkan aspek mental, terutama di poin-poin kritis saat ditekan lawan. Selain itu, konsistensi fisik juga harus terus diasah agar bisa tampil prima hingga akhir turnamen besar,” jelas Aryono Miranat.

Langkah Jafar/Felisha selanjutnya akan berfokus pada persiapan menuju turnamen-turnamen penting berikutnya, termasuk European Tour dan rangkaian tur Asia. Target utama mereka adalah terus memperbaiki peringkat dunia dan mengumpulkan poin untuk kualifikasi ke ajang yang lebih besar di masa mendatang. Dengan usia yang masih muda dan potensi yang terus berkembang, harapan besar tetap disematkan kepada pasangan ini untuk bisa membawa pulang gelar juara ke Indonesia di ajang-ajang berikutnya.


Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda