February 3, 2026

LOKAL TIMES

Update Terus, Gak Ketinggalan Zaman!

Mental Juara dan Tekanan Bentuk Public Speaking Andal Alwi Farhan

Tunggal putra andalan Indonesia, Alwi Farhan, kembali menjadi sorotan publik. Bukan hanya karena performa gemilangnya di lintasan bulu tangkis, melainkan juga berkat kematangannya dalam berkomunikasi di depan media dan khalayak umum. Usai penampilannya pada ajang Indonesia Masters 2026 yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (25/1/2026), Alwi membuka tabir di balik kemampuan public speaking-nya yang kerap menuai pujian. Ia menegaskan, kematangan tersebut bukanlah hasil dari pelatihan khusus, melainkan sebuah tempaan alami dari berbagai tekanan dan proses pendewasaan yang ia lalui sepanjang karier atletiknya.

Pembentukan Diri di Tengah Kancah Persaingan Sengit

Alwi Farhan menjelaskan bahwa arena pertandingan, dengan segala intrik dan ekspektasinya, telah menjadi “sekolah” terbaik untuk mengasah kemampuannya berbicara. Dari sorotan tajam media, tekanan untuk meraih gelar, hingga harapan jutaan penggemar yang menyaksikannya, setiap momen di panggung internasional berkontribusi pada proses pendewasaannya sebagai seorang atlet sekaligus figur publik. Tekanan yang dimaksud Alwi meliputi berbagai aspek: keharusan untuk tampil maksimal di bawah bayang-bayang persaingan ketat, kemampuan untuk menghadapi kekalahan dan kemenangan dengan lapang dada, serta kewajiban untuk berinteraksi dengan media setelah pertandingan yang seringkali intens dan menguras emosi.

“Kemampuan ini, saya rasa, terbentuk secara alami,” ujar Alwi Farhan dalam sesi wawancara. “Berbagai tekanan yang saya hadapi di setiap pertandingan, proses pendewasaan sebagai seorang atlet dari waktu ke waktu, dan mental juara yang terus diasah di lapangan; semua itu secara tidak langsung telah membentuk cara saya berkomunikasi dan berbicara di depan publik. Ini adalah bagian integral dari perjalanan saya.”

Pengalaman bertahun-tahun bersaing di level junior hingga menembus jajaran senior telah memberinya perspektif yang luas. Setiap kekalahan mengajarkan kerendahan hati dan evaluasi, sementara setiap kemenangan membangun kepercayaan diri. Interaksi rutin dengan pelatih, rekan setim, ofisial, dan terutama media massa, secara tidak langsung melatih Alwi untuk merangkai kata, menyampaikan pesan dengan jelas, dan menunjukkan persona yang tenang di bawah tekanan. Ini adalah sebuah evolusi yang membentuk karakternya, baik di dalam maupun di luar lapangan.

Lebih dari Sekadar Pukulan Kok: Pentingnya Citra Atlet Profesional

Di era olahraga modern, kemampuan seorang atlet profesional tidak lagi hanya diukur dari prestasi semata. Citra diri, hubungan dengan publik, dan kemampuan berkomunikasi telah menjadi faktor krusial yang menentukan seberapa besar dampak seorang atlet di mata masyarakat. Public speaking yang matang, seperti yang ditunjukkan oleh Alwi Farhan, adalah aset berharga yang melampaui batas lapangan pertandingan. Ini membantu membangun citra diri yang positif, memperkuat hubungan dengan basis penggemar yang loyal, dan membuka pintu bagi berbagai peluang kerja sama dengan sponsor dan merek terkemuka.

Bagi atlet muda dengan prospek cerah seperti Alwi Farhan, kemampuan komunikasi ini menjadi pembeda yang signifikan. Ia tidak hanya dikenal sebagai pemain berbakat yang diyakini akan menjadi pilar bulu tangkis Indonesia di masa depan, tetapi juga sebagai sosok yang karismatik dan inspiratif di luar lapangan. Mental juara yang ia tanamkan bukan hanya terwujud dalam determinasi untuk meraih setiap poin dan memenangkan setiap pertandingan, tetapi juga dalam keberanian dan kepercayaan diri untuk menyuarakan pandangannya, menyampaikan pesan positif, baik dalam kondisi menang maupun kalah. Proses holistik inilah yang diyakini akan terus mengantarkannya tidak hanya pada puncak karier bulu tangkis, tetapi juga sebagai figur publik yang dihormati dan berpengaruh di kancah nasional dan internasional.


Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda