January 15, 2026

LOKAL TIMES

Update Terus, Gak Ketinggalan Zaman!

Kemenpora Siapkan Evaluasi Ketat Cabor Usai SEA Games 2025 Thailand: Reformasi Prestasi Nasional

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia mengumumkan rencana evaluasi komprehensif terhadap seluruh cabang olahraga (cabor) yang ditargetkan berpartisipasi dalam SEA Games 2025 di Thailand. Evaluasi ini akan dilakukan pasca-penyelenggaraan pesta olahraga dua tahunan tersebut pada 9-20 Desember 2025. Langkah ini ditegaskan sebagai bagian dari upaya Kemenpora untuk memastikan akuntabilitas dan meningkatkan standar prestasi olahraga nasional di kancah regional maupun internasional.

Pernyataan ini muncul di tengah sorotan publik terhadap konsistensi performa kontingen Indonesia dalam ajang multi-event regional. Dengan SEA Games 2025 sebagai tolok ukur awal, Kemenpora bertekad untuk tidak hanya mengejar target medali, tetapi juga membangun sistem pembinaan yang berkelanjutan dan berbasis data.

Strategi Peningkatan Prestasi Nasional

Menpora Dito Ariotedjo, dalam berbagai kesempatan, telah menekankan pentingnya evaluasi berkala untuk mengukur efektivitas program pembinaan dan alokasi anggaran. Menurut Kemenpora, setiap cabor yang telah menerima dukungan pendanaan dan fasilitas negara diharapkan dapat menunjukkan performa maksimal sesuai target yang disepakati.

Proses evaluasi pasca-SEA Games 2025 nanti tidak hanya akan berfokus pada jumlah medali yang diraih, tetapi juga mencakup berbagai aspek fundamental lainnya. Ini meliputi analisis data performa atlet, efektivitas kepelatihan, program pengembangan jangka panjang, hingga manajemen organisasi induk cabor. Kemenpora bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) akan duduk bersama untuk meninjau secara mendalam capaian dan kendala yang dihadapi.

“Tidak ada ruang bagi kemunduran. Setiap cabang olahraga yang gagal memenuhi target yang telah ditetapkan harus siap untuk dievaluasi secara menyeluruh. Ini bukan semata tentang hukuman, melainkan reformasi dan peningkatan kualitas yang wajib kita lakukan demi martabat olahraga Indonesia di panggung dunia,” ujar Menpora Dito Ariotedjo, pada 23 December 2025, menggarisbawahi komitmen pemerintah terhadap prestasi olahraga.

Kemenpora juga berencana untuk melibatkan panel ahli independen dalam proses evaluasi guna menjamin objektivitas dan transparansi. Hasil evaluasi ini akan menjadi dasar bagi perumusan kebijakan anggaran, prioritas pembinaan, dan bahkan kemungkinan restrukturisasi kepengurusan cabor di masa mendatang.

Tantangan dan Harapan Kontingen Indonesia

Sejarah partisipasi Indonesia di SEA Games menunjukkan fluktuasi prestasi. Meski kerap menjadi kekuatan dominan di beberapa nomor, konsistensi untuk selalu berada di posisi tiga besar klasemen umum masih menjadi tantangan. Pada SEA Games sebelumnya di Kamboja tahun 2023, Indonesia berhasil meraih peringkat ketiga dengan perolehan 87 medali emas, 80 perak, dan 109 perunggu.

Target yang ditetapkan untuk SEA Games 2025 di Thailand tentu akan disesuaikan dengan potensi dan kondisi masing-masing cabor, serta peta kekuatan lawan di Asia Tenggara. Namun, prinsip akuntabilitas tetap menjadi pijakan utama.

Evaluasi ini juga diharapkan dapat mendorong setiap federasi olahraga untuk lebih proaktif dalam menyiapkan atlet-atlet terbaiknya. Mulai dari program pelatnas yang intensif, uji coba internasional, hingga penerapan sport science dalam setiap tahapan pembinaan. Dana pemerintah yang digelontorkan untuk pembinaan olahraga harus benar-benar termanfaatkan secara optimal dan tepat sasaran.

Dengan persiapan yang matang dan evaluasi yang ketat, Kemenpora berharap kontingen Indonesia tidak hanya mampu tampil membanggakan di SEA Games 2025, tetapi juga dapat menjadikan ajang ini sebagai batu loncatan untuk meraih prestasi lebih tinggi di Asian Games, bahkan Olimpiade di masa depan. Fokus pada performa dan akuntabilitas adalah kunci utama untuk mewujudkan impian reformasi prestasi olahraga nasional.


Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda