Perebutan Puncak BRI Super League 2025/2026 Memanas: Persib Gulingkan Persija di Tiga Besar
Jakarta, 23 December 2025 – Persaingan di BRI Super League musim 2025/2026 semakin memanas dan tak terduga menjelang jeda paruh musim. Pergerakan signifikan terjadi di papan atas klasemen per 23 Desember 2025, dengan Persib Bandung berhasil menggusur rival abadi mereka, Persija Jakarta, dari posisi tiga besar. Perubahan dramatis ini semakin meramaikan perebutan gelar juara yang diprediksi akan berlangsung hingga pekan terakhir.
Pergeseran Dramatis di Papan Atas
Data terbaru dari PT Liga Indonesia Baru menunjukkan bahwa Persib Bandung kini menempati posisi kedua klasemen sementara, mengumpulkan 38 poin dari 17 pertandingan. Kenaikan posisi ini dicapai setelah rentetan hasil positif dalam beberapa pekan terakhir, termasuk kemenangan krusial atas Madura United dengan skor 2-1 pada laga terakhir mereka sebelum pembaruan klasemen. Performa konsisten Maung Bandung, dengan lini serang yang tajam dan pertahanan yang solid, menjadi kunci keberhasilan mereka melesat ke atas.
Di sisi lain, Persija Jakarta harus rela turun ke posisi ketiga dengan 37 poin dari jumlah pertandingan yang sama. Penurunan posisi ini disebabkan oleh hasil kurang memuaskan, termasuk kekalahan mengejutkan 0-1 dari PSIS Semarang pada pekan ke-17. Kekalahan tersebut menyoroti beberapa kelemahan yang perlu segera diatasi oleh tim berjuluk Macan Kemayoran jika ingin kembali bersaing di jalur juara.
Puncak klasemen masih kokoh dipegang oleh Arema FC yang berhasil mempertahankan performa impresifnya. Singo Edan memimpin dengan 40 poin, menciptakan selisih tipis dengan Persib dan Persija. Ketatnya persaingan di tiga besar ini menjanjikan paruh kedua musim yang penuh ketegangan dan kejutan, di mana setiap poin akan sangat berharga.
Implikasi dan Persaingan Menuju Gelar Juara
Pergeseran di tiga besar ini tidak hanya memengaruhi posisi tim, tetapi juga psikologis para pemain dan dukungan suporter. Kenaikan Persib akan memompa semangat Bobotoh, sementara Jakmania akan menuntut respons cepat dari tim kesayangan mereka. Lebih jauh, tim-tim di luar tiga besar seperti Bali United (posisi keempat dengan 36 poin) dan Borneo FC (posisi kelima dengan 35 poin) juga masih memiliki peluang besar untuk merangsek naik, mengingat selisih poin yang sangat tipis.
“Liga musim ini adalah salah satu yang paling kompetitif dalam sejarah. Setiap tim memiliki potensi untuk saling mengalahkan, dan perubahan posisi di papan atas adalah bukti nyata betapa ketatnya persaingan. Tidak ada yang bisa memprediksi siapa yang akan mengangkat trofi di akhir musim,” ujar pengamat sepak bola nasional, Budi Santoso, dalam wawancaranya hari ini.
Dengan sisa pertandingan yang masih banyak, tekanan akan semakin besar bagi setiap tim. Konsistensi, strategi yang tepat, dan kemampuan mengatasi cedera pemain akan menjadi faktor penentu. Paruh kedua musim BRI Super League 2025/2026 diprediksi akan menjadi tontonan yang tidak boleh dilewatkan bagi pecinta sepak bola Tanah Air, dengan setiap pertandingan berpotensi mengubah peta persaingan secara drastis.
Para penggemar dan pengamat sepak bola berharap jeda musim ini dapat dimanfaatkan oleh setiap tim untuk mengevaluasi diri, memperbaiki kelemahan, dan mempersiapkan strategi terbaik demi mewujudkan ambisi mereka di musim yang penuh tantangan ini.
Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda
