January 15, 2026

LOKAL TIMES

Update Terus, Gak Ketinggalan Zaman!

Kontradiksi Gencatan Senjata Gaza: Ratusan Nyawa Sipil Melayang dalam Dua Bulan

GAZA – Dua bulan setelah gencatan senjata yang rapuh secara resmi berlaku, Jalur Gaza kembali menjadi sorotan dunia. Meskipun kesepakatan damai bertujuan untuk menghentikan pertumpahan darah, laporan terbaru mengungkapkan bahwa ratusan warga Gaza telah kehilangan nyawa mereka sejak saat itu. Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai efektivitas dan kepatuhan terhadap gencatan senjata, terutama dengan klaim Israel yang menyatakan bahwa target serangannya hanya berfokus pada militan.

Pada 24 December 2025, komunitas internasional mendesak semua pihak untuk mematuhi komitmen mereka, sementara korban sipil terus berjatuhan di wilayah yang sudah porak-poranda ini. Data yang dikumpulkan oleh berbagai sumber, termasuk otoritas kesehatan setempat dan organisasi kemanusiaan, menunjukkan adanya kesenjangan mencolok antara narasi resmi dan realitas pahit di lapangan.

Klaim Target Militer Israel dan Realitas Lapangan

Sejak gencatan senjata diberlakukan, pemerintah Israel berulang kali menegaskan bahwa operasi militernya di Gaza bersifat presisi dan hanya menargetkan infrastruktur serta anggota kelompok militan. Juru bicara militer Israel menyatakan bahwa segala upaya telah dilakukan untuk meminimalkan kerugian sipil, termasuk dengan memberikan peringatan dini sebelum serangan udara.

Namun, realitas di lapangan jauh berbeda bagi penduduk Gaza. Ratusan nyawa yang melayang sejak gencatan senjata mencakup wanita, anak-anak, dan lansia. Banyak insiden fatal dilaporkan terjadi di luar konteks pertempuran langsung, menimpa warga sipil yang sedang menjalani aktivitas sehari-hari mereka. Ada laporan tentang keluarga yang tewas saat dalam perjalanan rekreasi, atau warga yang meninggal dunia saat tertidur pulas di dalam tenda pengungsian darurat yang seharusnya menjadi tempat berlindung.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa bahkan di tengah suasana “gencatan senjata,” kematian bisa datang secara tak terduga dan acak bagi warga Gaza. Kerusakan infrastruktur yang masif akibat konflik sebelumnya, ditambah dengan serangan sporadis yang terus berlanjut, membuat tidak ada tempat yang benar-benar aman bagi sekitar dua juta penduduk yang terjebak di Jalur Gaza yang padat.

“Gencatan senjata ini terasa seperti janji kosong bagi kami,” ujar seorang warga Gaza yang identitasnya dirahasiakan demi keamanan, mencerminkan keputusasaan kolektif. “Kematian bisa datang kapan saja, di mana saja, bahkan saat kami hanya ingin menghabiskan waktu bersama keluarga atau tidur di tenda pengungsian.”

Dampak Kemanusiaan dan Desakan Internasional

Lonjakan korban sipil pasca-gencatan senjata ini memperburuk krisis kemanusiaan yang sudah sangat parah di Gaza. Dengan sebagian besar infrastruktur kesehatan, pendidikan, dan sanitasi yang hancur, kemampuan wilayah tersebut untuk bangkit kembali semakin terhambat. Puluhan ribu orang masih mengungsi, tinggal di tenda-tenda darurat atau fasilitas PBB yang penuh sesak, dengan akses terbatas terhadap air bersih, makanan, dan layanan medis.

Komunitas internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan berbagai organisasi hak asasi manusia, telah menyuarakan keprihatinan mendalam atas situasi ini. Mereka menyerukan penyelidikan independen terhadap insiden-insiden yang menyebabkan kematian warga sipil dan mendesak agar semua pihak menghormati hukum humaniter internasional. PBB juga menekankan pentingnya akses bantuan kemanusiaan yang tidak terhalang ke Gaza untuk meringankan penderitaan penduduk.

Masa depan gencatan senjata yang rapuh ini kini bergantung pada kepatuhan yang lebih ketat dan mekanisme pengawasan yang efektif. Tanpa akuntabilitas yang jelas dan perlindungan nyata bagi warga sipil, kepercayaan terhadap proses perdamaian akan terus terkikis, berpotensi memicu siklus kekerasan baru. Dunia mengamati dengan cemas, berharap agar gencatan senjata bukan hanya sekadar nama, melainkan sebuah realitas yang membawa keamanan dan harapan bagi warga Gaza.


Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda