January 15, 2026

LOKAL TIMES

Update Terus, Gak Ketinggalan Zaman!

Herdman Tak Gentar Suporter Indonesia: Tekanan Itu Anugerah

Mantan pelatih Tim Nasional Kanada, John Herdman, menyatakan dirinya tidak gentar menghadapi atmosfer intimidatif yang kerap diciptakan suporter Timnas Indonesia. Dalam sebuah pernyataan yang mengejutkan banyak pihak, Herdman justru menyebut tekanan masif dari basis penggemar Garuda sebagai sebuah ‘anugerah’ dalam dunia sepak bola. Sikap ini menyoroti filosofi uniknya dalam memandang tantangan dan tekanan dalam pertandingan.

Filosofi di Balik Keberanian Herdman

John Herdman, yang dikenal dengan rekam jejaknya membawa Timnas Kanada ke Piala Dunia setelah 36 tahun absen dan kini menukangi Toronto FC di Major League Soccer (MLS), telah membangun reputasi sebagai pelatih yang berani mengambil risiko dan memiliki mentalitas pemenang. Pandangannya tentang suporter Indonesia mencerminkan keyakinannya bahwa tekanan eksternal dapat menjadi katalisator bagi performa terbaik.

Herdman menjelaskan bahwa bagi seorang profesional sejati, sorakan dan teror psikologis dari tribun bukan hanya sekadar gangguan, melainkan bagian integral dari pengalaman sepak bola yang autentik. Ia berpendapat bahwa lingkungan yang menantang justru dapat memicu semangat kompetitif dan mengeluarkan potensi maksimal dari pemain maupun pelatih.

“Bagi saya, itu bukanlah ancaman, melainkan sebuah pertunjukan gairah murni. Ketika Anda masuk ke stadion dan merasakan energi sebesar itu, baik itu sorakan atau ejekan, itu adalah pengingat akan apa yang membuat sepak bola begitu istimewa. Ini adalah panggung yang setiap pemain dan pelatih impikan, untuk menguji batas kemampuan di tengah riuhnya dukungan. Itu adalah anugerah, bukan beban.”

Pernyataan ini sejalan dengan pendekatan melatihnya yang selalu menekankan pada kekuatan mental dan kemampuan beradaptasi di bawah tekanan. Herdman percaya bahwa tim yang mampu menghadapi dan bahkan merangkul atmosfer yang “mengancam” akan memiliki keunggulan psikologis yang signifikan.

Gema “Teror” Suporter Indonesia

Suporter Timnas Indonesia memang dikenal memiliki basis penggemar yang sangat besar, fanatik, dan vokal. Atmosfer di stadion saat Timnas berlaga seringkali digambarkan sebagai “neraka” bagi tim lawan, dengan koreografi megah, nyanyian tanpa henti, dan gema sorakan yang memekakkan telinga. Julukan “teror” yang disematkan kepada mereka bukanlah tanpa alasan, mengingat dampak psikologis yang kerap dirasakan oleh pemain dan staf pelatih tim lawan.

Dari Stadion Utama Gelora Bung Karno hingga stadion-stadion daerah, para penggemar Garuda selalu mampu menciptakan lautan merah-putih yang bergelora, memberikan dorongan masif bagi tim kesayangan mereka sekaligus menciptakan tekanan hebat bagi tim tamu. Pernyataan Herdman ini, yang muncul di tengah diskursus tentang pentingnya dukungan suporter dalam kancah sepak bola modern, semakin menggarisbawahi kekhasan sepak bola di Indonesia.

Komentar John Herdman pada 13 January 2026 ini tidak hanya menunjukkan keberanian individu seorang pelatih, tetapi juga memberikan perspektif menarik tentang bagaimana seorang profesional kelas atas memandang salah satu aspek paling bergejolak dalam sepak bola. Ini adalah bukti bahwa di mata beberapa orang, gairah dan intimidasi suporter adalah dua sisi dari mata uang yang sama, sebuah elemen penting yang membuat olahraga ini tetap hidup dan penuh emosi.


Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda