February 3, 2026

LOKAL TIMES

Update Terus, Gak Ketinggalan Zaman!

Pemerintahan Paralel Myanmar Terancam Kehilangan Relevansi di Tengah Krisis Berlarut

YANGON, Myanmar – Lebih dari tiga tahun setelah kudeta militer yang menggulingkan pemerintahan sipil, Pemerintah Persatuan Nasional (NUG) Myanmar, yang dibentuk sebagai alternatif pro-demokrasi untuk junta militer, menghadapi tantangan berat. Organisasi yang lahir dari harapan rakyat untuk kembali ke demokrasi ini kini dituding banyak pihak gagal mencapai sebagian besar tujuan ambisiusnya, membuatnya terancam kehilangan relevansi di panggung politik domestik maupun internasional.

NUG didirikan pada April 2021 oleh anggota parlemen yang digulingkan dan kelompok-kelompok pro-demokrasi lainnya, dengan tujuan utama menggulingkan kekuasaan militer (Dewan Administrasi Negara atau SAC) dan mendirikan demokrasi federal yang inklusif. Mereka mengklaim sebagai pemerintah yang sah dan berjuang untuk mendapatkan pengakuan global. Namun, seiring berjalannya waktu, para pengamat politik dan aktivis pro-demokrasi mulai menyuarakan keprihatinan mendalam mengenai kapasitas NUG untuk mewujudkan janji-janji tersebut.

Tantangan di Tengah Konflik Berlarut

Salah satu kritik utama terhadap NUG adalah ketidakmampuannya untuk menguasai wilayah secara signifikan atau memberikan pemerintahan yang efektif di sebagian besar Myanmar. Meskipun NUG berhasil membangun jaringan Pasukan Pertahanan Rakyat (PDF) yang melakukan perlawanan bersenjata terhadap junta, upaya-upaya ini sering kali terpecah-pecah dan kekurangan koordinasi strategis yang kuat. Militer Myanmar yang terlatih dan memiliki sumber daya lebih besar terus melancarkan serangan brutal, menyebabkan krisis kemanusiaan yang mendalam dan jutaan orang mengungsi.

Keterbatasan sumber daya, baik finansial maupun logistik, juga menjadi batu sandungan besar bagi NUG. Meskipun menerima dukungan dari diaspora Myanmar dan beberapa kelompok internasional, jumlahnya jauh dari cukup untuk menyaingi kekuatan militer junta. Selain itu, upaya NUG untuk membangun struktur pemerintahan bayangan di daerah-daerah yang diklaimnya berada di bawah kendali mereka sering kali terhambat oleh konflik yang berkepanjangan dan kurangnya stabilitas.

“NUG memiliki peran simbolis yang tak terbantahkan sebagai simbol perlawanan dan harapan. Namun, untuk benar-benar menjadi alternatif pemerintahan yang kredibel, mereka perlu menunjukkan kemampuan untuk mengkonsolidasikan kekuasaan, menyatukan faksi-faksi perlawanan yang berbeda, dan memberikan layanan publik yang nyata kepada masyarakat. Tanpa itu, mereka berisiko menjadi entitas yang lebih berorientasi pada aspirasi daripada aksi efektif,” ujar Dr. Hla Kyaw Zaw, seorang analis politik independen yang berbasis di Thailand, dalam wawancara pada 01 February 2026.

Mencari Pengakuan dan Momentum Global

Di kancah internasional, upaya NUG untuk mendapatkan pengakuan resmi juga menemui jalan buntu. Meskipun beberapa negara dan organisasi internasional menyatakan simpati terhadap perjuangan NUG, pengakuan penuh sebagai pemerintah sah Myanmar masih jauh dari kenyataan. Kursi Myanmar di PBB masih menjadi sengketa, dengan junta militer dan NUG sama-sama mengajukan klaim.

ASEAN, blok regional di mana Myanmar menjadi anggotanya, telah mengambil pendekatan yang hati-hati, berusaha untuk menengahi krisis tetapi belum secara tegas mendukung NUG. Keengganan komunitas internasional untuk memberikan dukungan penuh dan terkoordinasi telah memperlemah posisi NUG, membuat mereka semakin sulit untuk memobilisasi tekanan yang signifikan terhadap junta.

Kini, NUG berada di persimpangan jalan. Dengan konflik yang tampaknya tidak berkesudahan dan dukungan internasional yang terbatas, momentum politik mereka semakin terkikis. Para pendukungnya berharap NUG dapat menemukan strategi baru untuk mengatasi tantangan ini dan menyatukan berbagai kelompok perlawanan demi mewujudkan impian demokrasi di Myanmar. Namun, tanpa perubahan signifikan dalam pendekatan dan dukungan yang lebih kuat, ancaman kehilangan relevansi yang membayangi NUG bisa menjadi kenyataan pahit bagi masa depan Myanmar.


Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda