February 6, 2026

LOKAL TIMES

Update Terus, Gak Ketinggalan Zaman!

Mega Bintang Cristiano Ronaldo Kembali Absen di Al Nassr, Memicu Spekulasi Krisis

Mega bintang sepak bola dunia, Cristiano Ronaldo, dilaporkan kembali absen membela Al Nassr dalam pertandingan krusial melawan Al Ittihad. Absennya peraih lima Ballon d’Or ini bukan karena cedera, melainkan kelanjutan dari aksi protes yang ditujukan kepada Public Investment Fund (PIF), pemilik mayoritas klub-klub top Liga Arab Saudi, termasuk Al Nassr. Situasi ini memicu gelombang spekulasi mengenai ketegangan internal dan masa depan sang kapten di kancah sepak bola Saudi.

Bayang-bayang Protes dan Absennya Sang Kapten

Keputusan Ronaldo untuk tidak tampil dalam laga penting, seperti semifinal Piala Super Saudi yang berlangsung pada 06 February 2026, merupakan indikasi bahwa perselisihan antara dirinya dan entitas pengelola sepak bola Saudi belum menemukan titik terang. Sumber-sumber yang dekat dengan klub Al Nassr mengonfirmasi bahwa penyerang berusia 39 tahun tersebut dalam kondisi fisik prima dan telah menunjukkan performa ketajaman yang konsisten sepanjang musim ini. Ini menggarisbawahi bahwa ketidakhadirannya adalah sebuah pilihan yang disengaja, sebagai bentuk protes yang berkelanjutan.

Aksi protes yang ditujukan kepada PIF diduga kuat terkait dengan isu-isu yang lebih luas mengenai tata kelola liga, transparansi, atau bahkan potensi konflik kepentingan dalam pengambilan keputusan yang melibatkan klub-klub di bawah payung PIF. Sejak kedatangan Ronaldo ke Al Nassr pada akhir 2022, Liga Arab Saudi memang telah menarik perhatian global, dengan investasi besar-besaran oleh PIF untuk merekrut pemain-pemain bintang Eropa. Namun, insiden ini menunjukkan bahwa di balik gemerlap transfer dan ambisi besar, ada potensi gesekan yang bisa mengganggu stabilitas.

Bagi Al Nassr, absennya Ronaldo adalah pukulan telak. Ia tidak hanya figur di lapangan, melainkan juga pemimpin dan pencetak gol ulung. Tanpa kehadirannya, kekuatan serang tim asuhan Luis Castro jelas berkurang drastis, meningkatkan tekanan bagi pemain lain untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh sang mega bintang. Kegagalan mencapai performa maksimal tanpa Ronaldo bisa berdampak signifikan pada target Al Nassr di kompetisi domestik maupun kontinental.

Implikasi Lebih Luas bagi Liga Arab Saudi

Kasus Cristiano Ronaldo ini jauh melampaui sekadar absennya seorang pemain dalam satu pertandingan. Ini berpotensi menjadi alarm bagi ambisi besar Liga Arab Saudi untuk menjadi salah satu liga sepak bola top dunia. Kedatangan Ronaldo adalah katalisator utama yang membawa sorotan internasional ke Saudi Pro League. Jika pemain sekaliber dia merasa perlu untuk melakukan protes terbuka terhadap PIF, ini bisa menimbulkan pertanyaan serius tentang iklim profesionalisme dan pengelolaan liga.

“Situasi ini bukan hanya mengenai seorang pemain atau satu klub, namun mencerminkan potensi tantangan dalam model kepemilikan dan tata kelola yang diterapkan PIF di Liga Arab Saudi. Bagaimana kasus ini ditangani akan menjadi preseden penting bagi masa depan kompetisi dan daya tariknya di mata pemain internasional lainnya,” ujar seorang pengamat sepak bola yang meminta anonimitas.

Citra liga, yang selama ini gencar dipromosikan sebagai destinasi menarik bagi talenta global, bisa tercoreng. Konflik internal dengan pemain bintang dapat menimbulkan keraguan di benak calon rekrutan lain mengenai stabilitas dan profesionalisme liga. Oleh karena itu, resolusi yang cepat dan transparan atas protes Ronaldo ini menjadi sangat krusial. PIF, yang merupakan motor penggerak di balik transformasi sepak bola Saudi, kini berada di bawah pengawasan ketat untuk menunjukkan kemampuannya dalam mengatasi krisis dan memastikan keberlanjutan proyek ambisius mereka di kancah sepak bola global.


Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda