Goma Setahun Pasca M23: Antara Luka Masa Lalu dan Cahaya Harapan
GOMA, Republik Demokratik Kongo – Setahun setelah pengambilalihan singkat oleh kelompok pemberontak M23, warga Goma, kota strategis di timur Republik Demokratik Kongo (RDK), terus hidup dalam bayang-bayang kenangan pahit kekerasan dan sekaligus memupuk tunas-tunas harapan untuk masa depan yang lebih baik. Kota yang merupakan pintu gerbang penting bagi perdagangan dan pusat aktivitas kemanusiaan ini, pada 09 February 2026, menjadi cermin perjuangan keras sebuah komunitas untuk bangkit dari trauma mendalam.
Pada November 2012, Goma jatuh ke tangan M23, sebuah kelompok bersenjata yang sebagian besar terdiri dari mantan pemberontak Tutsi. Selama kurang lebih dua minggu, kota berpenduduk lebih dari satu juta jiwa ini mengalami periode kelam penuh penjarahan, kekerasan, dan ketidakpastian. Meskipun M23 akhirnya menarik diri di bawah tekanan internasional, luka yang ditinggalkan oleh pendudukan singkat itu masih menganga lebar, baik secara fisik maupun psikologis.
Mengenang Trauma dan Perjuangan
Bagi banyak penduduk Goma, kenangan akan hari-hari M23 masih segar. Mereka mengingat penembakan di jalanan, ketakutan saat tentara memasuki rumah-rumah, serta gelombang pengungsian massal yang memaksa ribuan orang meninggalkan harta benda mereka. Organisasi-organisasi kemanusiaan melaporkan peningkatan kasus kekerasan berbasis gender dan pelanggaran hak asasi manusia lainnya selama periode tersebut.
Seorang pedagang di Pasar Virunga, Mama Zawadi (nama samaran), yang kehilangan seluruh dagangannya saat penjarahan, mengungkapkan perasaannya. “Setiap kali ada desas-desus tentang pergerakan kelompok bersenjata, jantung saya berdebar kencang. Kenangan itu tidak pernah benar-benar hilang,” katanya, suaranya parau. “Anak-anak saya masih trauma dengan suara tembakan.”
“Goma mungkin telah pulih secara fisik di beberapa bagian, tetapi hati dan pikiran warganya masih berjuang. Kita tidak bisa melupakan pengorbanan dan penderitaan yang telah terjadi. Perdamaian sejati membutuhkan keadilan dan pertanggungjawaban.”
— Jean-Pierre Mugisho, Aktivis Hak Asasi Manusia Lokal
Pemerintah RDK, dengan dukungan Misi Stabilisasi Organisasi Bangsa-Bangsa di RDK (MONUSCO), telah berupaya memulihkan keamanan dan ketertiban. Namun, tantangan masih besar. Kehadiran berbagai kelompok bersenjata lainnya di wilayah Kivu Utara, serta ketegangan etnis dan perebutan sumber daya alam, terus menjadi ancaman laten bagi stabilitas jangka panjang.
Menjelajahi Tanda-tanda Harapan di Tengah Tantangan
Meskipun demikian, Goma juga menunjukkan ketahanan yang luar biasa. Di tengah puing-puing trauma, muncul tanda-tanda harapan yang membesarkan hati. Perekonomian lokal, meskipun masih rapuh, perlahan mulai bangkit. Pasar-pasar kembali ramai, proyek-proyek pembangunan kecil mulai berjalan, dan semangat kewirausahaan warga Goma tidak pernah padam. Banyak pengungsi internal (IDP) telah kembali ke rumah mereka, meskipun sebagian besar masih membutuhkan bantuan untuk membangun kembali kehidupan.
Inisiatif komunitas lokal memainkan peran penting dalam proses pemulihan. Kelompok-kelompok perempuan membentuk koperasi untuk menghasilkan pendapatan, sementara pemuda terlibat dalam program-program pembangunan perdamaian. Organisasi non-pemerintah internasional dan lokal juga bekerja sama untuk memberikan dukungan psikososial, bantuan mata pencarian, dan akses ke pendidikan bagi anak-anak yang terkena dampak konflik.
Pembangunan infrastruktur dasar, seperti perbaikan jalan dan akses air bersih, juga menjadi fokus. Meskipun kemajuannya lambat, setiap langkah kecil memberikan dorongan moral bagi warga yang mendambakan kehidupan normal. Komitmen pemerintah pusat untuk terus memerangi kelompok-kelompok bersenjata dan upaya diplomatik regional juga menjadi pilar penting dalam upaya stabilisasi.
Tentu, jalan menuju perdamaian abadi dan pemulihan penuh masih panjang dan berliku. Goma tetap menjadi titik nyala yang rentan di salah satu wilayah paling bergejolak di dunia. Namun, ketahanan warganya, dihadapkan pada masa lalu yang penuh kekerasan dan masa kini yang penuh ketidakpastian, adalah bukti tak terbantahkan dari harapan yang tak pernah padam di jantung Afrika tengah. Goma adalah kisah tentang perjuangan, ingatan, dan janji untuk masa depan yang lebih cerah, setidaknya, diimpikan oleh setiap penduduknya.
Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda
