March 3, 2026

LOKAL TIMES

Update Terus, Gak Ketinggalan Zaman!

Bintang MotoGP Mir dan Marini Selami Kekayaan Budaya Bali saat Ngabuburit

Pulau Dewata Bali kembali menjadi sorotan dunia, kali ini bukan hanya karena keindahan alamnya, melainkan juga berkat kehadiran dua bintang MotoGP, Joan Mir dan Luca Marini. Keduanya menikmati pengalaman budaya yang unik sebagai bagian dari kegiatan ngabuburit dalam acara “One Dream, One Heart, One Glory” yang diselenggarakan pada Senin, 2 Maret 2026 WITA lalu. Berlokasi di Ayodya Resort, Nusa Dua, Mir dan Marini tidak hanya disuguhkan pemandangan memesona, tetapi juga diajak menyelami langsung kekayaan tradisi lokal menjelang waktu berbuka puasa.

Menjajal Tradisi Lokal: Dari Canang Sari hingga Anyam Ketupat

Dalam suasana Ramadan yang khusyuk, Mir dan Marini diperkenalkan pada serangkaian aktivitas yang menuntut ketelitian dan pemahaman budaya. Tantangan pertama mereka adalah membuat canang sari, persembahan harian umat Hindu Bali yang sarat makna. Dengan bimbingan instruktur lokal, kedua pembalap ini tampak antusias mencoba merangkai janur, bunga, dan aneka sesajen kecil ke dalam wadah anyaman bambu. Proses ini tidak hanya menguji kesabaran mereka, tetapi juga memberikan gambaran mendalam tentang filosofi di balik setiap elemen canang.

Setelah menuntaskan tugas spiritual itu, tangan-tangan yang biasa memacu motor hingga kecepatan tinggi ini diuji dengan keahlian menganyam ketupat. Ketupat, makanan khas Indonesia yang terbuat dari beras dan dibungkus anyaman daun kelapa, memiliki tingkat kerumitan tersendiri. Baik Mir maupun Marini terlihat serius mengikuti setiap instruksi, meski sesekali diwarnai tawa geli melihat hasil anyaman mereka yang mungkin belum sempurna. Momen ini menjadi selingan yang ringan namun berkesan, menunjukkan sisi lain para atlet profesional di luar lintasan balap.

“Ini adalah pengalaman yang luar biasa. Saya belum pernah mencoba hal seperti ini sebelumnya. Membuat canang sari dan menganyam ketupat membutuhkan konsentrasi tinggi, seperti di lintasan balap, tapi dengan tantangan yang sangat berbeda. Saya sangat menikmati setiap detiknya dan belajar banyak tentang budaya Bali yang indah ini,” ujar Luca Marini, mengungkapkan kekagumannya terhadap budaya Indonesia.

Harmoni Gamelan dan Kebersamaan Berbuka Puasa

Puncak dari petualangan budaya mereka adalah kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan gamelan, alat musik tradisional Bali yang terkenal dengan melodi magis dan ritme kompleksnya. Duduk di antara para penabuh gamelan, Mir dan Marini diajak mencoba memainkan beberapa instrumen seperti gangsa dan kendang. Meskipun terlihat canggung pada awalnya, keduanya cepat menyesuaikan diri, menciptakan harmoni sederhana yang mengundang decak kagum. Pengalaman ini tidak hanya memberikan mereka apresiasi terhadap seni musik tradisional, tetapi juga menunjukkan bagaimana budaya dapat menyatukan orang-orang dari latar belakang berbeda.

Setelah seharian penuh berkutat dengan aneka tradisi, momen yang paling ditunggu tiba: berbuka puasa. Bersama perwakilan Astra Honda dan tamu undangan lainnya, Joan Mir dan Luca Marini menikmati hidangan khas Ramadan dengan nuansa Bali yang kental. Kebersamaan di meja makan menjadi penutup sempurna untuk rangkaian kegiatan ngabuburit yang penuh makna ini, merefleksikan semangat kebersamaan dan persaudaraan yang kental dalam budaya Indonesia, terutama di bulan suci.

Acara ‘One Dream, One Heart, One Glory’ ini tidak hanya menjadi ajang promosi bagi Astra Honda, tetapi juga platform yang efektif untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia melalui figur-figur olahraga internasional. Hingga 03 March 2026, pengalaman unik Mir dan Marini di Pulau Dewata ini diharapkan dapat terus menginspirasi lebih banyak orang untuk menjelajahi keindahan dan keragaman budaya Nusantara.


Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda