Mohamed Salah Pamit: Era Kejayaan Liverpool Berakhir di Musim 2025/26
Liverpool, 25 March 2026 – Anfield bersiap menghadapi perpisahan yang emosional dengan salah satu ikon terbesar dalam sejarah modern klub. Mohamed Salah, penyerang Mesir yang dijuluki ‘Raja Mesir’ oleh para penggemar, akan meninggalkan Liverpool pada akhir musim 2025/26, setelah sembilan tahun pengabdian yang sarat prestasi. Kepergian Salah menandai berakhirnya sebuah era gemilang yang telah mengubah wajah The Reds dan mengukuhkan posisinya sebagai salah satu klub terkuat di Eropa dan dunia.
Jejak Gemilang Sang Raja Mesir di Anfield
Sejak kedatangannya dari AS Roma pada tahun 2017, Salah langsung menjelma menjadi mesin gol yang tak terbendung. Dengan torehan 255 gol di berbagai kompetisi, ia tak hanya menjadi pencetak gol terbanyak kelima sepanjang masa klub, tetapi juga memecahkan berbagai rekor individu, termasuk menjadi pencetak gol terbanyak dalam satu musim Liga Primer dengan 32 gol pada musim debutnya. Salah adalah pilar utama dalam kebangkitan Liverpool di bawah asuhan Jurgen Klopp, membawa tim meraih gelar Liga Champions pada 2019 dan mengakhiri penantian 30 tahun untuk trofi Liga Primer pada tahun 2020.
Koleksi trofinya di Anfield juga meliputi Piala FA, Piala Liga, Piala Dunia Antarklub FIFA, dan Piala Super UEFA, mencerminkan dominasi The Reds selama masa baktinya. Secara individu, Salah telah meraih berbagai penghargaan bergengsi, termasuk dua kali PFA Players’ Player of the Year, dua kali FWA Footballer of the Year, dan tiga kali Golden Boot Liga Primer. Kontribusinya melampaui statistik. Kecepatan, kelincahan, dan insting golnya yang tajam selalu menjadi ancaman bagi lawan. Lebih dari itu, Salah telah menjadi duta global bagi Liverpool, memperluas basis penggemar klub di seluruh dunia, terutama di Timur Tengah dan Afrika. Citranya yang profesional dan kepribadiannya yang rendah hati membuatnya menjadi panutan, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Tantangan Transisi dan Warisan Abadi
Kepergian Salah tentu akan meninggalkan lubang besar di lini serang Liverpool. Mencari pengganti yang sepadan dengan kapasitas dan pengaruhnya adalah tugas berat bagi manajemen klub, terutama mengingat pergeseran era yang juga ditandai dengan perubahan di kursi pelatih dan strategi tim pasca-Klopp. Banyak pihak berspekulasi mengenai destinasi berikutnya bagi pemain berusia 33 tahun ini, dengan liga-liga seperti Liga Pro Saudi dan MLS disebut-sebut sebagai pilihan menarik untuk menutup karirnya, menawarkan kesempatan untuk tantangan baru dan pengaruh global yang terus berlanjut.
“Salah telah memberi kami begitu banyak kenangan indah, gol-gol luar biasa, dan momen-momen yang tak terlupakan,” ujar seorang sumber internal klub yang enggan disebutkan namanya. “Dia bukan hanya pemain top, tetapi juga seorang pemimpin di lapangan. Warisannya di Anfield akan abadi, menjadi tolok ukur bagi setiap pemain sayap yang datang setelahnya.”
Perpisahan ini juga menjadi penanda berakhirnya salah satu trio penyerang paling mematikan dalam sejarah Liga Primer (bersama Roberto Firmino dan Sadio Mane yang sudah pergi). Ini memaksa Liverpool untuk merencanakan ulang strategi jangka panjang mereka dan menatap masa depan dengan wajah baru yang mungkin tidak lagi bergantung pada bintang tunggal. Namun, yang pasti, Mohamed Salah akan selalu dikenang sebagai ‘Firaun’ modern Anfield yang membawa kembali kejayaan dan kebanggaan, meninggalkan jejak tak terhapuskan dalam sejarah klub.
Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda
