January 16, 2026

LOKAL TIMES

Update Terus, Gak Ketinggalan Zaman!

Bolsonaro Ditahan di Brasil: Khawatir Melarikan Diri Jelang Vonis Penjara 27 Tahun

Mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro ditangkap pada 23 November 2025 di tengah kekhawatiran ia akan melarikan diri untuk menghindari vonis penjara 27 tahun yang akan segera dijatuhkan kepadanya. Penangkapan ini menandai babak krusial dalam pertarungan hukum yang intens antara mantan pemimpin sayap kanan tersebut dan sistem peradilan Brasil, yang menyoroti komitmen negara tersebut untuk menegakkan supremasi hukum, bahkan terhadap tokoh-tokoh paling berkuasa.

Keputusan penahanan ini diambil hanya beberapa hari sebelum Bolsonaro diharapkan untuk mulai menjalani hukuman penjara atas perannya dalam upaya kudeta yang gagal pada Januari 2023. Informasi dari sumber penegak hukum menyebutkan bahwa penangkapan dilakukan untuk mencegah potensi pelarian diri mengingat adanya bukti kuat dan jadwal dimulainya eksekusi vonis yang telah final.

Kronologi Penangkapan dan Kekhawatiran Pelarian

Operasi penangkapan Bolsonaro dilaporkan berlangsung tanpa insiden berarti, dengan agen dari Polisi Federal Brasil melakukan penjemputan di kediamannya di [Nama Kota, jika perlu, atau cukup menyebutkan “di Brasilia”]. Pihak berwenang telah memantau pergerakan mantan presiden tersebut secara ketat menyusul penolakan berbagai banding dan semakin dekatnya tanggal dimulainya hukuman penjara. Kekhawatiran utama adalah bahwa Bolsonaro, yang memiliki jaringan dan dukungan internasional, dapat mencari suaka politik di luar negeri.

“Penangkapan ini adalah langkah yang diperlukan untuk menjamin integritas proses peradilan,” ujar seorang juru bicara Kejaksaan Agung secara anonim kepada media. “Kami tidak dapat mengambil risiko seorang terpidana melarikan diri dari keadilan, terlepas dari jabatannya di masa lalu. Ini adalah pesan jelas bahwa tidak ada seorang pun yang berada di atas hukum.”

Langkah ini menyusul putusan pengadilan yang mengkonfirmasi hukuman 27 tahun penjara, sebuah keputusan yang telah melewati berbagai tingkat banding. Hukuman ini dijatuhkan atas dakwaan yang berkaitan dengan upaya menggulingkan hasil pemilihan umum 2022 dan menghasut serangan terhadap gedung-gedung pemerintah, termasuk Kongres, Mahkamah Agung, dan Istana Kepresidenan, pada 8 Januari 2023.

Latar Belakang Tuduhan Kudeta dan Proses Hukum

Kasus yang menyeret Bolsonaro bermula dari peristiwa tragis pada 8 Januari 2023, ketika ribuan pendukungnya menyerbu dan merusak gedung-gedung pemerintahan federal di Brasilia. Insiden ini, yang terjadi seminggu setelah pelantikan Presiden Luiz Inácio Lula da Silva, dianggap sebagai upaya serius untuk menggoyahkan demokrasi Brasil. Jaksa menuduh Bolsonaro menghasut kerusuhan tersebut dan gagal mengambil tindakan untuk menghentikannya, setelah berbulan-bulan menyebarkan narasi keraguan terhadap sistem pemilu.

Meskipun Bolsonaro membantah tuduhan tersebut dan mengklaim dirinya adalah korban “penganiayaan politik”, serangkaian investigasi dan proses hukum telah mengumpulkan bukti yang memberatkannya. Mahkamah Agung Federal dan Pengadilan Tinggi Pemilu (TSE) telah menjadi garda terdepan dalam menjaga institusi demokrasi Brasil, mengeluarkan berbagai putusan yang menegaskan tanggung jawab mantan presiden tersebut.

Vonis 27 tahun penjara merupakan salah satu hukuman paling berat yang pernah dijatuhkan kepada seorang mantan kepala negara di Brasil. Ini mencakup dakwaan penghasutan pemberontakan, perusakan properti publik, dan percobaan menggulingkan negara hukum demokratis. Penangkapan ini membuka babak baru dalam sejarah politik Brasil, yang mungkin akan menghadapi ketegangan lebih lanjut antara pendukung dan penentang Bolsonaro di tengah kelanjutan proses hukum yang sensitif ini.


Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda