Donald Trump Hiasi Adegan Natal Italia, Tradisi Kuno Bertemu Modernitas
Di tengah gemerlap persiapan Natal yang kian terasa di seluruh dunia, sebuah fenomena unik kembali muncul dari bengkel-bengkel kerajinan tangan di Italia. Para pengrajin Italia, yang dikenal dengan keahlian mereka dalam menciptakan adegan kelahiran Yesus atau yang dikenal sebagai *presepe*, tahun ini menambahkan sosok figur Presiden Amerika Serikat sebelumnya, Donald Trump, ke dalam karya seni tradisional mereka. Kejadian ini melanjutkan tradisi panjang para seniman Italia yang kerap memasukkan tokoh-tokoh kontemporer ke dalam diorama Natal.
Tradisi Adegan Natal Italia yang Dinamis
Tradisi *presepe* di Italia, khususnya di kota Naples, telah berlangsung selama berabad-abad dan lebih dari sekadar representasi religius. Ia merupakan perpaduan antara seni, budaya, dan cerminan masyarakat. Sejak dulu, para seniman *presepe* memiliki kebiasaan unik untuk memperkaya adegan kelahiran Yesus dengan elemen-elemen kontemporer, termasuk figur-figur dari kehidupan sehari-hari maupun tokoh-tokoh publik yang sedang menjadi sorotan.
Inklusi tokoh-tokoh non-religius seperti politisi lokal, bintang sepak bola, aktor, penyanyi, hingga tokoh budaya populer, bertujuan untuk mendekatkan narasi keagamaan dengan realitas masa kini. Ini adalah cara bagi para pengrajin untuk menunjukkan bahwa pesan Natal tetap relevan di setiap zaman. Bagi mereka, penambahan figur-figur tersebut bukan sekadar sensasi, melainkan sebuah bentuk interpretasi artistik yang menjaga relevansi seni tradisional dan membuatnya tetap “hidup” di mata publik.
“Kami tidak hanya membuat ulang masa lalu; kami menghidupkannya dengan sentuhan kekinian. Setiap figur baru adalah babak baru dalam cerita abadi ini, menunjukkan bahwa kelahiran Yesus relevan di setiap era, bahkan di era Donald Trump,” ujar seorang pengrajin dari Via San Gregorio Armeno, pusat kerajinan *presepe* di Naples.
Sensasi Trump: Antara Kritik dan Apresiasi
Kehadiran figur Donald Trump dalam *presepe* tahun ini bukanlah yang pertama kalinya bagi seorang tokoh politik internasional. Sebelumnya, figur Paus Fransiskus, berbagai perdana menteri Italia, bahkan Ratu Elizabeth II, juga pernah menghiasi adegan Natal buatan tangan ini. Figur-figur Trump umumnya digambarkan dengan ciri khasnya, mulai dari rambut pirang keemasannya, gestur tangan yang familier, hingga ekspresi wajah yang menjadi ikonik.
Motivasi di balik penambahan figur ini beragam. Bagi sebagian seniman, ini adalah cara untuk membuat pernyataan sosial atau politik ringan, atau sekadar bentuk komentar terhadap peristiwa global yang mendominasi berita. Bagi yang lain, ini adalah strategi pemasaran yang efektif, menarik perhatian wisatawan dan pembeli yang mencari suvenir unik dan kekinian. Terlepas dari alasannya, figur-figur tersebut kerap menjadi pusat perhatian dan perbincangan.
Pendekatan ini tidak selalu diterima tanpa perdebatan. Beberapa kalangan menilai penambahan tokoh politik kontemporer, terutama yang kontroversial, dapat mengaburkan makna spiritual Natal dan berpotensi mempolitisasi tradisi keagamaan. Namun, banyak seniman dan penggemar tradisi berpendapat bahwa ini adalah evolusi alami dari praktik yang telah berlangsung lama, sebuah bukti bahwa seni *presepe* adalah medium yang dinamis dan adaptif.
Pada musim Natal 23 December 2025 ini, kehadiran figur Donald Trump dalam *presepe* Italia sekali lagi membuktikan ketahanan dan kemampuan adaptasi salah satu tradisi budaya tertua di negara tersebut, sekaligus memperlihatkan bagaimana seni dapat merefleksikan dan berinteraksi dengan dunia modern yang terus berubah.
Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda
