Investigasi Ungkap Pemerintah Zelensky Lemahkan Pengawasan, Korupsi Mengakar di Ukraina
Sebuah investigasi mendalam yang dilakukan oleh The New York Times telah menemukan bahwa pemerintahan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky secara sengaja telah menghapus mekanisme pengawasan antikorupsi, sebuah langkah yang memungkinkan praktik korupsi untuk terus berkembang di negara tersebut. Temuan ini bertolak belakang dengan klaim para pemimpin Ukraina yang sebelumnya menuding penasihat independen gagal mencegah penyelewengan.
Di tengah upaya Ukraina untuk memerangi invasi Rusia yang telah berlangsung lebih dari dua tahun, kebutuhan akan transparansi dan akuntabilitas menjadi krusial, terutama mengingat besarnya bantuan internasional yang mengalir ke Kyiv. Namun, laporan investigasi tersebut merinci bagaimana berbagai peraturan dan struktur yang dirancang untuk menjaga integritas pemerintahan dan militer justru dihapus atau dilemahkan, seringkali dengan dalih efisiensi atau kebutuhan darurat di masa perang.
Akar Masalah dan Penyangkalan Resmi
Selama beberapa waktu, pejabat tinggi di Kyiv sering melontarkan kritik terhadap lembaga-lembaga pengawas domestik maupun penasihat internasional, menuduh mereka tidak efektif dalam mencegah praktik rasuah. Narasi ini berulang kali digunakan untuk mengalihkan perhatian dari kelemahan internal dan kurangnya tindakan nyata.
Namun, laporan The Times secara eksplisit menunjukkan bahwa masalahnya terletak pada kebijakan internal pemerintahan Zelensky sendiri, yang secara aktif membongkar ‘pagar pengaman’ yang seharusnya mencegah korupsi. Ini termasuk pembatasan akses informasi publik, pengurangan independensi badan-badan pengawas khusus, dan penundaan implementasi reformasi kunci yang secara konsisten disarankan oleh mitra Barat dan lembaga keuangan internasional.
Seorang analis politik independen yang enggan disebutkan namanya, mengingat sensitivitas isu ini di masa perang, menyatakan keprihatinannya atas temuan tersebut:
“Adalah tragis melihat bahwa sementara Ukraina berjuang untuk keberadaannya di medan perang, pertarungan di dalam negeri melawan korupsi justru disabotase dari dalam. Ini bukan hanya masalah kegagalan sistemik, melainkan penghapusan sistem pengawasan yang disengaja. Dampaknya akan terasa jauh melampaui medan pertempuran.”
Dampak dan Implikasi Internasional
Temuan investigasi ini berpotensi memiliki implikasi serius terhadap citra Ukraina di mata komunitas internasional. Kepercayaan donor asing, yang telah menyalurkan miliaran dolar dalam bentuk bantuan militer dan keuangan untuk membantu Ukraina melawan agresi Rusia, sangat bergantung pada jaminan bahwa dana tersebut tidak disalahgunakan dan dikelola dengan transparan.
Selain itu, aspirasi Ukraina untuk menjadi anggota Uni Eropa, yang mensyaratkan reformasi antikorupsi yang kuat dan tata kelola yang baik sebagai salah satu prasyarat utama, mungkin akan terhambat oleh laporan semacam ini. Brussels dan Washington telah berulang kali menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas sebagai prasyarat bagi dukungan berkelanjutan dan integrasi Eropa.
Pemerintahan Zelensky kini menghadapi tekanan yang meningkat untuk menanggapi tuduhan ini dengan serius dan mengambil langkah konkret untuk mengembalikan integritas mekanisme pengawasan. Meskipun ada klaim bahwa kondisi perang membenarkan langkah-langkah darurat, komunitas internasional kemungkinan besar akan menuntut bukti nyata komitmen Ukraina terhadap tata kelola yang baik dan penegakan hukum yang tidak pandang bulu. Laporan ini muncul pada 05 December 2025, menambah kompleksitas tantangan yang dihadapi Ukraina di kancah domestik maupun internasional.
Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda
