Kebakaran Maut Landa Apartemen Hong Kong, 13 Tewas di Tengah Tragedi Tai Po
Api berkobar hebat melanda sebuah kompleks apartemen di distrik Tai Po utara Hong Kong, menewaskan sedikitnya 13 orang dalam sebuah insiden tragis yang mengguncang kota. Petugas pemadam kebakaran hingga 26 November 2025 masih berjibaku memadamkan sisa-sisa api dan melakukan operasi penyelamatan di tengah puing-puing bangunan yang hangus.
Insiden yang dilaporkan terjadi pada dini hari 26 November 2025 itu dengan cepat menyebar ke beberapa lantai bangunan, menjebak banyak penghuni di dalam. Saksi mata menggambarkan pemandangan mengerikan ketika api melahap jendela dan asap tebal membumbung ke langit. Otoritas setempat mengerahkan puluhan unit pemadam kebakaran dan ratusan personel untuk mengendalikan situasi, namun akses yang sulit di area padat penduduk menjadi tantangan tersendiri.
Angka kematian yang mencapai belasan orang ini dikhawatirkan masih bisa bertambah seiring berjalannya operasi pencarian dan penyelamatan di lokasi kejadian. Selain korban tewas, puluhan orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka, mulai dari luka bakar serius hingga menghirup asap berlebihan, dan telah dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis darurat.
Upaya Penyelamatan dan Tantangan di Lapangan
Tim penyelamat bekerja tanpa henti, menembus asap tebal dan reruntuhan yang rapuh untuk mencari korban selamat yang mungkin masih terjebak. “Ini adalah salah satu kebakaran terburuk yang pernah kami tangani di area pemukiman padat dalam beberapa tahun terakhir,” kata seorang pejabat dinas kebakaran yang enggan disebutkan namanya, menyoroti kompleksitas operasi. Struktur bangunan yang sebagian besar hangus dan risiko runtuh menambah kesulitan bagi tim di lapangan.
Ratusan warga dari kompleks apartemen yang terbakar dan bangunan sekitar terpaksa dievakuasi, banyak di antaranya hanya sempat menyelamatkan diri dengan pakaian di badan. Pusat-pusat penampungan sementara telah didirikan oleh pemerintah setempat untuk menampung para korban yang kehilangan tempat tinggal mereka, dengan pasokan makanan, air, dan bantuan medis dasar.
Investigasi Menyeluruh dan Kekhawatiran Keamanan
Penyebab pasti kebakaran maut ini masih dalam penyelidikan intensif oleh pihak berwenang. Unit investigasi kebakaran kepolisian Hong Kong telah memulai pengumpulan bukti di lokasi, memeriksa kemungkinan adanya korsleting listrik, kebocoran gas, atau faktor-faktor lain yang memicu kobaran api. Para ahli forensik juga turut dikerahkan untuk membantu dalam identifikasi korban dan mengumpulkan data krusial.
“Prioritas utama kami saat ini adalah memastikan semua korban ditemukan dan mendapatkan bantuan yang dibutuhkan, serta melakukan penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap akar penyebab tragedi ini agar hal serupa tidak terulang di masa depan. Kami akan memberikan dukungan penuh kepada keluarga korban.”
Pernyataan tersebut diutarakan oleh juru bicara pemerintah Hong Kong dalam konferensi pers darurat yang digelar pagi 26 November 2025. Tragedi ini kembali memicu kekhawatiran publik tentang standar keamanan kebakaran di bangunan-bangunan tua dan padat penduduk di kota tersebut, sebuah isu yang telah menjadi perdebatan hangat selama bertahun-tahun.
Pemerintah Hong Kong diharapkan akan segera merilis laporan awal terkait insiden ini, sementara komunitas berduka dan berusaha bangkit dari kehancuran yang ditimbulkan oleh salah satu bencana kebakaran terparah dalam sejarah Hong Kong baru-baru ini. Upaya pemulihan diperkirakan akan memakan waktu yang panjang, dengan fokus pada rehabilitasi korban dan pencegahan tragedi serupa di masa mendatang.
Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda
