Kebakaran Maut Tai Po Hong Kong: 36 Tewas, Ratusan Hilang dalam Tragedi Apartemen
HONG KONG – Kota metropolis Hong Kong diguncang tragedi mengerikan setelah kebakaran dahsyat melanda kompleks apartemen di distrik Tai Po utara, menewaskan sedikitnya 36 orang dan meninggalkan ratusan lainnya dalam kondisi hilang. Insiden yang terjadi pada 26 November 2025 ini telah memicu duka mendalam serta seruan penyelidikan menyeluruh terhadap standar keamanan bangunan di tengah kepadatan perkotaan.
Petugas pemadam kebakaran dilaporkan berhasil secara bertahap mengendalikan api yang melahap sebagian besar kompleks apartemen bertingkat tinggi tersebut. Namun, skala kerusakan dan korban jiwa yang dilaporkan mengindikasikan salah satu bencana kebakaran terburuk dalam sejarah kota ini.
Api Melahap Gedung Bertingkat
Kobaran api yang mematikan mulai menyebar dengan cepat pada dini hari, mengubah “Harmony Towers” – nama fiktif untuk kompleks apartemen tersebut – menjadi neraka yang membara. Saksi mata menggambarkan pemandangan mengerikan api yang melahap lantai demi lantai dalam waktu singkat, diiringi kepulan asap tebal yang membumbung tinggi ke langit Hong Kong.
Tim penyelamat berjuang tanpa henti selama berjam-jam, menghadapi suhu panas ekstrem, reruntuhan yang runtuh, dan asap pekat untuk mengevakuasi penghuni yang terjebak. Banyak yang harus ditarik keluar dari jendela menggunakan tangga darurat, sementara lainnya berhasil melarikan diri dengan panik menuruni tangga darurat. Rumah sakit di seluruh kota telah disiagakan untuk merawat puluhan korban luka-bakar dan gangguan pernapasan.
Pihak kepolisian dan dinas pemadam kebakaran mengonfirmasi bahwa mereka telah melancarkan penyelidikan intensif untuk menentukan penyebab pasti kebakaran. Salah satu fokus utama penyelidikan adalah apakah material bangunan dan perancah, yang mungkin sedang digunakan untuk renovasi atau konstruksi di area tersebut, berkontribusi terhadap penyebaran api yang sangat cepat.
Penyelidikan Intensif dan Potensi Kelalaian
Kecurigaan awal mengarah pada kemungkinan penggunaan material yang mudah terbakar, yang dapat menjelaskan kecepatan luar biasa api menyebar di dalam struktur beton bertulang. Hong Kong, dengan lanskapnya yang dipenuhi gedung pencakar langit dan proyek konstruksi berkelanjutan, sering kali menghadapi tantangan dalam menegakkan peraturan keselamatan yang ketat.
“Penggunaan material bangunan atau perancah yang mudah terbakar dapat mengubah insiden kebakaran menjadi bencana besar dalam hitungan menit, terutama di bangunan bertingkat padat seperti yang ada di Tai Po,” ujar Profesor Chan Ming-wai, pakar keamanan bangunan dari Universitas Hong Kong, dalam sebuah pernyataan.
Pemerintah Hong Kong telah menyatakan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban dan berjanji akan memberikan dukungan penuh. Kepala Eksekutif kota telah memerintahkan tinjauan mendesak terhadap semua protokol keselamatan kebakaran di bangunan bertingkat tinggi, khususnya yang sedang dalam tahap konstruksi atau renovasi, untuk mencegah terulangnya tragedi serupa di masa depan.
Komunitas Tai Po kini berduka, dengan banyak penghuni yang kehilangan rumah dan orang-orang terkasih. Upaya pencarian dan penyelamatan masih terus berlanjut di antara puing-puing, dengan harapan menemukan korban selamat atau setidaknya mengidentifikasi semua korban jiwa. Insiden ini menjadi pengingat pahit tentang pentingnya kepatuhan terhadap standar keselamatan yang ketat dalam pembangunan dan pemeliharaan struktur perkotaan.
Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda
