January 15, 2026

LOKAL TIMES

Update Terus, Gak Ketinggalan Zaman!

Krisis Kemanusiaan di Gaza: Perjuangan Gadis Celiac Melawan Kelaparan Ekstrem

Jalur Gaza terus menghadapi krisis kemanusiaan yang mendalam, ditandai dengan kelangkaan pangan dan layanan kesehatan yang parah. Di tengah kondisi memprihatinkan ini, kisah Hoda Abu al-Naja, seorang gadis berusia 12 tahun, menjadi sorotan tajam. Hoda, yang mengidap penyakit celiac, telah menghabiskan berbulan-bulan dalam perjuangan mematikan untuk mendapatkan makanan dan perawatan yang dibutuhkannya demi melawan malnutrisi ekstrem yang mengancam hidupnya.

Setelah perbatasan Gaza ditutup oleh Israel, akses terhadap pasokan vital, termasuk makanan khusus dan obat-obatan, menjadi sangat terbatas. Bagi Hoda, kondisi ini adalah vonis ganda. Penyakit celiac menuntut diet bebas gluten yang ketat, sesuatu yang hampir mustahil ditemukan di tengah blokade dan kehancuran infrastruktur pangan. Setiap makanan yang tersedia di pasar umum seringkali tidak cocok untuknya, mempercepat penurunan kondisi kesehatannya.

Ancaman Gizi Buruk di Jalur Gaza

Situasi pangan di Gaza telah mencapai titik kritis. Berbagai laporan dari organisasi kemanusiaan internasional menunjukkan bahwa sebagian besar penduduk, terutama anak-anak, menghadapi tingkat kerawanan pangan yang mengkhawatirkan. Kelangkaan air bersih, listrik, dan bahan bakar juga memperburuk kemampuan rumah tangga untuk menyiapkan makanan yang layak dan aman. Anak-anak seperti Hoda adalah yang paling rentan, dengan sistem kekebalan tubuh yang melemah dan kebutuhan nutrisi khusus yang tidak terpenuhi.

Kisah Hoda merefleksikan penderitaan ribuan anak lain di Gaza. Malnutrisi bukan hanya menyebabkan penurunan berat badan, tetapi juga menghambat pertumbuhan fisik dan kognitif, serta meningkatkan risiko infeksi dan komplikasi medis serius. Bagi penderita celiac, konsumsi gluten dapat menyebabkan kerusakan usus yang parah, menghalangi penyerapan nutrisi esensial bahkan jika makanan tersedia. Hal ini membuat pencarian makanan yang aman dan bergizi menjadi misi harian yang tak pernah usai bagi Hoda dan keluarganya.

Perjuangan Medis di Tengah Kelangkaan

Selain kelangkaan pangan, sistem layanan kesehatan di Gaza berada di ambang kehancuran. Rumah sakit dan klinik beroperasi dengan sumber daya yang minim, kekurangan pasokan obat-obatan dasar, peralatan medis, dan tenaga ahli. Diagnosis dan penanganan penyakit kronis seperti celiac menjadi semakin sulit, bahkan mustahil. Hoda membutuhkan pemantauan medis rutin dan suplemen gizi khusus, namun akses ke layanan tersebut hampir tidak ada.

Penyakit celiac adalah kondisi autoimun yang membutuhkan penanganan seumur hidup. Tanpa diet yang tepat, penderita dapat mengalami komplikasi jangka panjang seperti anemia, osteoporosis, masalah kesuburan, dan bahkan peningkatan risiko kanker tertentu. Dalam konteks Gaza, di mana infrastruktur medis lumpuh dan suplai logistik terhenti, anak-anak seperti Hoda dibiarkan berjuang sendiri melawan kondisi yang seharusnya dapat dikelola.

“Situasi pangan di Gaza telah mencapai titik terendah yang belum pernah terjadi sebelumnya, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dengan kondisi medis khusus. Akses terhadap nutrisi yang memadai bukan lagi sekadar tantangan, melainkan perjuangan hidup mati setiap hari. Dunia harus bertindak cepat untuk mencegah tragedi kemanusiaan yang lebih besar.”

Penderitaan Hoda Abu al-Naja adalah cerminan krisis kemanusiaan yang lebih besar di Jalur Gaza. Keadaan yang dialaminya menunjukkan urgensi untuk membuka jalur bantuan kemanusiaan tanpa hambatan dan memastikan pasokan makanan, obat-obatan, serta layanan kesehatan mencapai mereka yang paling membutuhkan. Komunitas internasional mendesak semua pihak untuk memprioritaskan keselamatan dan kesejahteraan warga sipil di Gaza, terutama anak-anak, guna mencegah lebih banyak kehilangan nyawa dan penderitaan yang tidak perlu. Pada 26 December 2025, seruan untuk aksi kemanusiaan segera semakin menguat.


Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda