February 11, 2026

LOKAL TIMES

Update Terus, Gak Ketinggalan Zaman!

Kyiv Bertahan di Musim Dingin: Tenda Dalam Ruangan Jadi Simbol Keuletan

Di tengah musim dingin yang menusuk tulang, warga Kyiv berjuang keras melawan kegelapan dan dingin yang dipaksakan oleh serangan Rusia yang tak henti-hentinya menargetkan infrastruktur energi. Dengan semangat ketahanan yang membangkang dan inovasi tak terduga, mereka menemukan berbagai cara untuk tetap hangat, termasuk mendirikan tenda di dalam rumah sebagai benteng pribadi melawan suhu beku.

Serangan Bertarget: Musim Dingin sebagai Senjata Perang

Sejak invasi besar-besaran pada Februari 2022, Rusia secara sistematis menargetkan jaringan energi Ukraina, terutama menjelang dan selama musim dingin. Tujuannya jelas: menghancurkan moral warga sipil, melumpuhkan ekonomi, dan memaksa Kyiv menyerah. Gelombang serangan rudal dan drone telah meluluhlantakkan pembangkit listrik, gardu induk, dan fasilitas penting lainnya, menyebabkan pemadaman listrik, air, dan pemanas yang meluas di seluruh negeri.

Di ibu kota, Kyiv, jutaan penduduk menghadapi realitas pahit suhu di bawah nol derajat Celsius tanpa pemanas sentral yang berfungsi. Suhu di dalam ruangan seringkali turun hingga di bawah 10 derajat Celsius, menciptakan kondisi yang berbahaya, terutama bagi anak-anak dan lansia. Pemerintah setempat dan organisasi kemanusiaan berupaya keras memperbaiki kerusakan dan menyediakan “titik ketahanan” atau punkt nezlamnosti — lokasi hangat dengan listrik dan internet — namun kapasitasnya terbatas dibandingkan dengan skala kebutuhan.

Ketahanan Warga: Inovasi Unik Melawan Dingin

Menghadapi tantangan ekstrem ini, warga Kyiv menunjukkan kegigihan luar biasa. Kisah-kisah tentang adaptasi kreatif muncul di mana-mana, menjadi bukti semangat yang tidak mudah padam. Salah satu kisah paling menyentuh adalah seorang penduduk Kyiv, yang memilih untuk mendirikan tenda kemah di atas tempat tidurnya. Dengan cara ini, ia menciptakan ruang yang lebih kecil dan tertutup di dalam kamarnya, memungkinkan panas tubuhnya sendiri dan sedikit kehangatan dari beberapa lilin untuk terjebak, memberikan perlindungan dari dingin yang menusuk.

Ide ini, meski terlihat sederhana, adalah contoh sempurna dari “kecerdikan pembangkang” yang disebutkan dalam laporan awal. Banyak warga lain juga mengadopsi metode serupa, menggunakan kantung tidur, selimut berlapis-lapis, hingga botol air panas untuk menghangatkan diri. Generator listrik menjadi barang yang sangat dicari, menciptakan “pulau-pulau” listrik sementara di tengah kegelapan, meskipun dengan risiko kebisingan dan polusi udara. Kedai kopi dan restoran yang memiliki generator menjadi tempat berlindung sementara, di mana orang bisa mengisi daya ponsel dan menikmati minuman hangat.

“Kami tidak akan menyerah pada kegelapan dan dingin yang ingin mereka paksakan,” ujar seorang warga Kyiv yang ditemui di salah satu titik pemanas komunal. “Setiap lilin yang kami nyalakan, setiap selimut ekstra yang kami kenakan, adalah tindakan perlawanan. Mereka bisa menghancurkan infrastruktur kami, tetapi tidak semangat kami.”

Hingga 10 February 2026, situasi ini masih menjadi kenyataan pahit bagi jutaan warga Ukraina. Upaya perbaikan infrastruktur terus dilakukan, seringkali di bawah ancaman serangan baru. Komunitas internasional terus memberikan bantuan kemanusiaan dan teknis untuk mendukung Ukraina melewati musim dingin yang sulit ini. Namun, di balik semua dukungan dan perjuangan, kisah-kisah individu tentang ketahanan dan adaptasi, seperti tenda di atas tempat tidur, adalah yang paling kuat menggambarkan semangat tak terpatahkan rakyat Kyiv.


Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda