Meksiko Berjaga Setelah Operasi Besar Gempur Pemimpin Kartel: 62 Tewas
Meski gelombang kekerasan mereda, Meksiko masih dalam ketegangan tinggi pada 24 February 2026, menyusul operasi militer besar-besaran yang menargetkan Nemecio Oseguera Cervantes, alias ‘El Mencho’, salah satu pemimpin kartel narkoba paling dicari di negara itu. Otoritas mengonfirmasi bahwa setidaknya 62 orang tewas dalam operasi dan kekacauan yang menyertainya.
Keesokan harinya, banyak penduduk lokal dan turis memilih untuk tetap berada di dalam ruangan, menyusul serangkaian insiden kekerasan yang meletus di berbagai wilayah setelah penggerebekan tersebut. Operasi ini, yang bertujuan untuk melumpuhkan sosok kunci di balik Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG), memicu respons brutal yang sempat melumpuhkan sebagian aktivitas di beberapa negara bagian.
Operasi Militer dan Dampak Luas
Operasi yang dipimpin militer tersebut dilaporkan menargetkan beberapa lokasi strategis yang diyakini menjadi persembunyian El Mencho. Meskipun rincian spesifik mengenai penangkapan atau kematian El Mencho belum dikonfirmasi secara resmi oleh pihak berwenang, dampak dari operasi tersebut langsung terasa. Sejumlah kota di negara bagian seperti Jalisco, Michoacán, dan Guanajuato menjadi saksi blokade jalan, pembakaran kendaraan, dan baku tembak yang intens antara anggota kartel dan pasukan keamanan.
Jumlah korban tewas yang mencapai 62 orang mencakup anggota kartel, pasukan keamanan, dan beberapa warga sipil yang terjebak dalam baku tembak. Pihak berwenang bergegas mengerahkan lebih banyak pasukan ke daerah-daerah yang paling parah terkena dampak untuk memulihkan ketertiban, namun ketakutan akan gelombang kekerasan lanjutan tetap membayangi.
“Ini adalah pukulan telak bagi struktur kepemimpinan kartel dan menunjukkan komitmen tak tergoyahkan kami untuk memberantas kejahatan terorganisir,” ujar seorang pejabat keamanan yang meminta anonimitas, saat membahas dampak operasi ini. “Meskipun ada tantangan, kami tidak akan pernah mundur dalam melindungi warga kami.”
Ketegangan dan Ancaman di Masa Depan
Meskipun kekerasan sporadis mulai berkurang, suasana mencekam masih terasa. Warga khawatir akan adanya tindakan balasan dari CJNG, sebuah organisasi yang dikenal karena kekejamannya dan kemampuannya untuk beradaptasi. Selama bertahun-tahun, El Mencho telah membangun reputasi sebagai salah satu bos narkoba paling ditakuti, memimpin CJNG menjadi salah satu organisasi kriminal paling kuat dan kejam di Meksiko, bahkan melampaui Kartel Sinaloa di beberapa wilayah.
Keberadaan El Mencho, atau setidaknya operasinya, telah lama menjadi duri dalam daging bagi pemerintah Meksiko dan Amerika Serikat. Para analis keamanan memperingatkan bahwa bahkan jika El Mencho telah dilumpuhkan, kekosongan kekuasaan yang tercipta bisa memicu konflik internal yang lebih brutal di antara faksi-faksi kartel yang bersaing, atau bahkan dalam tubuh CJNG sendiri untuk memperebutkan kendali. Hal ini berpotensi meningkatkan kekerasan di negara tersebut dalam jangka pendek hingga menengah.
Pariwisata, yang merupakan tulang punggung ekonomi di beberapa wilayah, juga terpukul. Banyak pembatalan terjadi menyusul laporan kekerasan yang menyebar cepat. Pemerintah daerah dan federal kini menghadapi tugas berat untuk tidak hanya menumpas kejahatan terorganisir tetapi juga mengembalikan rasa aman dan kepercayaan publik, baik di dalam negeri maupun di mata komunitas internasional.
Meksiko, dengan sejarah panjang perjuangan melawan kartel narkoba, kini menghadapi periode ketidakpastian baru. Operasi besar ini mungkin telah mengirimkan pesan kuat, tetapi tantangan untuk menjaga perdamaian dan stabilitas tetap menjadi ujian berat bagi pemerintahan yang berkuasa.
Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda
