January 15, 2026

LOKAL TIMES

Update Terus, Gak Ketinggalan Zaman!

Milei Buka Ekonomi Argentina, Kontras dengan Kebijakan Proteksionis Trump

BUENOS AIRES, Argentina – Presiden Argentina, Javier Milei, secara agresif membongkar hambatan perdagangan yang telah lama membelenggu negaranya, mengambil arah yang berlawanan dengan sekutu politik utamanya, mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Sejak dilantik pada Desember lalu, Milei telah memimpin upaya deregulasi besar-besaran dan liberalisasi pasar, sebuah langkah radikal yang bertolak belakang dengan retorika “America First” Trump yang berfokus pada tarif dan proteksionisme.

Perbedaan filosofi ekonomi yang mencolok ini menyoroti dinamika menarik dalam aliansi antara dua tokoh populis yang dikenal dengan gaya politik mereka yang tidak konvensional. Sementara Milei, seorang libertarian anarko-kapitalis, bertekad mengintegrasikan Argentina ke dalam ekonomi global dengan menghapus batasan, Trump terus mengadvokasi kebijakan yang memprioritaskan perlindungan industri domestik melalui pajak impor yang tinggi.

Revolusi Pasar Bebas ala Milei di Argentina

Argentina, yang selama beberapa dekade dikenal sebagai ekonomi tertutup dengan kebijakan proteksionis yang ketat, kini sedang mengalami pergeseran paradigma di bawah kepemimpinan Presiden Milei. Dihadapkan pada inflasi tiga digit dan krisis ekonomi yang parah, Milei meluncurkan “terapi kejut” yang bertujuan untuk menstabilkan ekonomi dan menarik investasi asing. Ini termasuk mengurangi subsidi, privatisasi perusahaan milik negara, dan yang paling krusial, membuka pintu bagi perdagangan bebas.

Langkah-langkah yang diambil pemerintah Argentina antara lain adalah penyederhanaan prosedur impor dan ekspor, pemangkasan birokrasi yang rumit, dan penurunan tarif pada berbagai produk. Tujuannya adalah untuk meningkatkan daya saing Argentina di pasar global, mengurangi biaya bagi konsumen, dan merangsang pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Milei berulang kali menekankan pentingnya kebebasan individu dan pasar untuk mengeluarkan Argentina dari cengkeraman “statism” yang menurutnya telah menghancurkan negara tersebut.

“Era pembatasan telah berakhir. Argentina akan kembali menjadi pemain terbuka di panggung ekonomi global, bersaing secara bebas dan menarik investasi yang akan menciptakan kemakmuran bagi rakyat kami,” kata Milei dalam salah satu pidatonya yang berapi-api, mencerminkan keyakinannya pada kekuatan pasar bebas.

Inisiatif ini telah disambut dengan campuran harapan dan skeptisisme di dalam negeri, namun secara internasional, langkah Milei dipandang sebagai upaya berani untuk mengubah arah ekonomi yang telah lama stagnan.

Proteksionisme “America First” Trump

Di sisi lain Samudra Atlantik, Donald Trump, yang kemungkinan besar akan kembali mencalonkan diri sebagai presiden AS pada tahun 2024, tetap teguh pada filosofi ekonominya yang berpusat pada proteksionisme. Selama masa kepresidenannya, Trump memberlakukan tarif besar-besaran pada barang-barang impor, terutama dari Tiongkok, baja, dan aluminium, dengan alasan untuk melindungi industri domestik dan pekerjaan warga Amerika.

Retorika “America First” Trump berjanji untuk membawa kembali pabrik dan pekerjaan manufaktur ke Amerika Serikat dengan membuat produk asing lebih mahal melalui pajak impor. Ia sering mengkritik perjanjian perdagangan bebas yang ia anggap tidak adil dan merugikan pekerja Amerika. Jika ia kembali ke Gedung Putih, diperkirakan Trump akan melanjutkan, bahkan mungkin memperluas, kebijakan tarifnya, berpotensi memicu perang dagang global yang lebih luas.

Pandangan Trump adalah bahwa perdagangan bebas yang tidak terkendali menyebabkan deindustrialisasi di Amerika Serikat dan menyerahkan keunggulan ekonomi kepada negara-negara lain. Pendekatan ini sangat kontras dengan dorongan Milei untuk membuka diri sepenuhnya terhadap pasar global dan mengurangi intervensi pemerintah dalam ekonomi.

Dinamika Aliansi yang Kontradiktif

Meskipun memiliki perbedaan mendasar dalam kebijakan ekonomi, Milei dan Trump memiliki hubungan yang hangat dan saling mengagumi. Keduanya adalah figur populis anti-kemapanan yang menggunakan retorika yang kuat untuk menarik basis dukungan mereka. Mereka sering terlihat saling memuji di media sosial dan dalam pertemuan pribadi. Hubungan ini menunjukkan bahwa di dunia politik modern, kesamaan ideologi politik atau gaya kepemimpinan terkadang dapat melampaui perbedaan dalam pendekatan kebijakan konkret.

Namun, kontras dalam kebijakan perdagangan mereka menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana aliansi ini akan berkembang di masa depan, terutama jika Trump kembali berkuasa. Argentina di bawah Milei akan mencari kemitraan perdagangan yang lebih terbuka, sementara AS di bawah Trump kemungkinan akan mendorong lebih banyak pembatasan. Situasi ini menciptakan dinamika yang menarik dan berpotensi rumit di panggung global pada 22 December 2025. Dunia akan mengamati bagaimana dua sekutu yang berbeda arah ini menavigasi prioritas ekonomi masing-masing sambil mempertahankan hubungan politik mereka.


Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda