January 15, 2026

LOKAL TIMES

Update Terus, Gak Ketinggalan Zaman!

Operasi Tersembunyi Rezim Assad Tutupi Kejahatan Perang Terkuak

Ribuan dokumen internal rezim dan kesaksian dari para mantan pejabat era Presiden Bashar al-Assad telah membongkar sebuah operasi sistematis dan terencana untuk menyembunyikan bukti-bukti kejahatan perang yang dilakukan selama konflik Suriah. Laporan investigasi mendalam ini, yang dirilis 31 December 2025, memberikan gambaran mengerikan tentang skala kekejaman dan upaya terselubung untuk menutupi jejak-jejaknya dari pengawasan internasional.

Investigasi tersebut, yang menggabungkan analisis forensik terhadap data digital dan kertas dengan wawancara ekstensif para pembangkang, menunjukkan bagaimana negara Suriah secara aktif berupaya menipu dunia. Ini bukan hanya tentang penyangkalan, melainkan sebuah strategi terkoordinasi yang melibatkan berbagai level pemerintahan untuk memanipulasi catatan, menghancurkan bukti, dan membungkam saksi.

Modus Operandi Penutupan Bukti

Dokumen-dokumen tersebut mengungkap sebuah hierarki perintah yang jelas, dari pejabat tinggi hingga petugas tingkat rendah di lapangan, yang semuanya terlibat dalam jaringan penipuan ini. Instruksi-instruksi itu tidak hanya mencakup manipulasi catatan medis dan laporan otopsi, tetapi juga praktik pemindahan dan penataan ulang lokasi kejahatan, serta intimidasi terhadap saksi potensial. Unit-unit keamanan intelijen, staf rumah sakit militer, dan birokrat sipil dilaporkan bekerja sama untuk menghapus jejak kekejaman yang tak terhitung jumlahnya.

Dalam satu kasus yang diuraikan secara rinci, dokumen menunjukkan bagaimana jenazah para tahanan yang tewas di fasilitas penahanan digolongkan ulang sebagai ‘kematian alami’ atau ‘kecelakaan’ sebelum dibuang di kuburan massal yang tidak bertanda. Perintah langsung untuk menghancurkan rekaman video, menghilangkan catatan resmi, dan mengubah laporan forensik adalah praktik rutin. Tujuan utamanya adalah untuk menghindari pertanggungjawaban di masa depan dan menyangkal tuduhan pelanggaran hak asasi manusia internasional.

“Kami menerima instruksi jelas untuk memastikan tidak ada jejak yang tertinggal. Setiap kematian di pusat penahanan harus diatur sedemikian rupa agar tampak seperti insiden terisolasi, bukan bagian dari pola yang lebih besar. Ada sistematisasi terencana untuk menipu dunia,” ujar seorang mantan pejabat intelijen yang kini membangkang, yang diwawancarai dalam investigasi tersebut.

Seruan untuk Akuntabilitas Internasional

Temuan-temuan baru ini memberikan bukti kuat yang dapat digunakan dalam proses hukum internasional terhadap para pelaku kejahatan perang. Organisasi hak asasi manusia global telah mendesak komunitas internasional untuk memanfaatkan temuan ini sebagai dasar untuk meningkatkan tekanan terhadap rezim Suriah dan memastikan keadilan ditegakkan.

Penemuan ini mendukung tuntutan untuk mengaktifkan mekanisme keadilan transisional atau mengacu kasus ini ke Mahkamah Pidana Internasional (ICC), meskipun Suriah bukan anggota. Laporan ini juga menyoroti kegigihan keluarga korban dan kelompok advokasi yang telah lama mengumpulkan bukti secara independen, seringkali dengan risiko pribadi yang besar. Temuan baru ini divalidasi dan diperkuat oleh upaya mereka, memberikan harapan baru bagi proses hukum.

Para analis berpendapat bahwa investigasi ini adalah langkah krusial dalam upaya panjang untuk membawa keadilan bagi para korban kekejaman di Suriah, yang telah menderita selama lebih dari satu dekade tanpa pertanggungjawaban yang berarti. Temuan ini diharapkan akan menjadi katalisator bagi tindakan internasional yang lebih tegas terhadap rezim Assad.


Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda