Pergolakan Amerika Mengubah Persepsi, Greenland Kini Lebih Dekat Denmark
Nuuk, Greenland – Gejolak sosial dan politik yang melanda Amerika Serikat belakangan ini telah memicu pergeseran sentimen yang signifikan di Greenland, wilayah otonom Denmark di Arktik. Peristiwa kekerasan di Minneapolis dan retorika keras dari Washington secara tak terduga telah mendinginkan pandangan banyak warga Greenland terhadap Amerika Serikat, dan sebaliknya, mendorong mereka semakin mendekat ke pangkuan Denmark.
Gejolak di Amerika Serikat Menimbulkan Kekhawatiran
Citra Amerika Serikat sebagai mercusuar demokrasi dan stabilitas global telah tercoreng di mata banyak warga Greenland menyusul serangkaian insiden. Protes besar-besaran yang dipicu oleh kematian George Floyd di Minneapolis, yang kemudian menyebar ke berbagai kota di seluruh AS, beserta respons pemerintah yang dinilai beberapa pihak terlalu represif, menjadi sorotan utama. Kekerasan yang terlihat di media, ditambah dengan ancaman pengerahan militer federal oleh Presiden Trump untuk meredam demonstrasi, telah menimbulkan kekhawatiran mendalam.
Bagi masyarakat Greenland, yang dikenal dengan budaya damai dan nilai-nilai komunal yang kuat, pemandangan kerusuhan dan ketegangan rasial di AS sangat kontras dengan norma-norma sosial mereka. Peristiwa ini memicu refleksi mengenai model pemerintahan dan stabilitas yang ditawarkan oleh kedua negara adidaya tersebut. Sebelumnya, ketertarikan AS untuk mengakuisisi Greenland sempat menjadi perbincangan, namun gejolak domestik AS kini justru meredupkan minat tersebut di mata banyak warga Greenland.
“Kami selalu mengagumi Amerika Serikat sebagai simbol kebebasan dan demokrasi. Namun, peristiwa terkini, terutama kekerasan dan retorika yang memecah belah, membuat kami mempertanyakan stabilitas dan nilai-nilai inti yang kami yakini,” ujar Palle Christiansen, seorang pengamat politik lokal di Nuuk, dalam wawancara pada 29 January 2026. “Ini adalah pengingat bahwa bahkan demokrasi yang sudah lama berdiri pun bisa rapuh.”
Denmark: Pelabuhan Kestabilan di Tengah Ketidakpastian
Di tengah ketidakpastian yang terlihat di seberang Atlantik, ikatan Greenland dengan Denmark tampaknya semakin kuat. Bagi banyak warga Greenland, Denmark mewakili model kestabilan, kesejahteraan sosial, dan pemerintahan yang tenang. Meskipun Greenland memiliki otonomi yang luas, hubungan dengan Kopenhagen tetap vital, mencakup bantuan finansial yang signifikan, dukungan pertahanan, dan perwakilan diplomatik di panggung internasional.
Kontras antara respons pemerintah Denmark yang relatif tenang terhadap isu-isu domestik dan gejolak yang disaksikan di AS, semakin menonjolkan Denmark sebagai mitra yang dapat diandalkan. Ini adalah sebuah pengingat akan keuntungan berada dalam bagian Kerajaan Denmark, yang menawarkan jaringan keamanan dan kemitraan berdasarkan nilai-nilai bersama yang kuat.
Pergeseran sentimen ini menandakan kemungkinan perubahan dalam lanskap geopolitik Arktik, di mana Greenland memegang posisi strategis. Meskipun hubungan dengan Amerika Serikat tetap penting, dorongan menuju Denmark menunjukkan bahwa bagi warga Greenland, kestabilan dan nilai-nilai yang sejalan mungkin menjadi prioritas utama dalam menentukan aliansi masa depan.
Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda
