January 15, 2026

LOKAL TIMES

Update Terus, Gak Ketinggalan Zaman!

Pusat Pompidou Kosongkan Koleksi Seni, Bersiap Renovasi Besar Senilai Rp3,5 Triliun

Paris—Pusat Pompidou, salah satu institusi seni kontemporer paling ikonik di dunia, kini telah mengosongkan seluruh koleksi seninya. Langkah monumental ini menandai dimulainya fase renovasi besar-besaran yang diperkirakan menelan biaya €262 juta (sekitar Rp3,5 triliun), bertujuan untuk memodernisasi dan mempersiapkan museum yang dirancang futuristik ini untuk dekade mendatang. Mulai 21 December 2025, lanskap budaya Paris akan kehilangan salah satu magnet utamanya, namun dengan janji akan kembalinya yang lebih gemilang.

Era Baru Pompidou: Persiapan Renovasi Megah

Keputusan untuk mengosongkan seluruh isi Pusat Pompidou, yang didirikan pada tahun 1977, bukanlah hal yang sepele. Renovasi komprehensif ini dijadwalkan berlangsung selama lima tahun, dengan target pembukaan kembali pada tahun 2030. Kebutuhan akan peremajaan menjadi mendesak seiring dengan usia bangunan yang menginjak lebih dari empat dekade. Pekerjaan renovasi akan meliputi perbaikan struktur, penggantian sistem mekanis dan elektrik yang sudah usang, serta penghilangan asbes yang ditemukan di beberapa bagian bangunan. Selain itu, fasilitas akan dioptimalkan untuk meningkatkan aksesibilitas dan pengalaman pengunjung.

Proyek ambisius ini tidak hanya sekadar perbaikan fisik, melainkan juga sebuah kesempatan untuk memikirkan kembali peran Pompidou di abad ke-21. Museum ini, dengan arsitekturnya yang berani dan ‘terbalik’ yang menampilkan pipa-pipa dan struktur di bagian luar, telah menjadi simbol inovasi sejak awal didirikannya. Renovasi ini diharapkan dapat memperbarui semangat pionir tersebut, memastikan Pompidou tetap relevan dan mampu menyajikan seni kontemporer dengan cara yang segar dan menarik bagi generasi mendatang.

Koleksi Berharga dalam Transit

Tugas pengosongan koleksi seni yang mengagumkan ini, yang meliputi karya-karya dari seniman seperti Picasso, Kandinsky, Matisse, dan Warhol, telah menjadi operasi logistik yang rumit dan presisi. Kurator dan tim konservasi bekerja tanpa lelah untuk membongkar, mengemas, dan memindahkan ribuan karya seni dengan hati-hati ke fasilitas penyimpanan khusus. Sebagian dari koleksi ini juga akan dipinjamkan ke institusi seni lain di Prancis dan internasional selama periode renovasi, memastikan bahwa kekayaan artistik Pompidou tetap dapat dinikmati oleh publik global.

“Langkah ini, meski berat dan mungkin menimbulkan kerinduan bagi para penikmat seni, adalah investasi krusial untuk masa depan Pompidou dan seni kontemporer global,” ujar seorang sumber internal dari Kementerian Kebudayaan Prancis. “Kami tidak hanya memperbaiki sebuah bangunan; kami sedang membangun kembali sebuah visi, memastikan bahwa Pompidou akan terus menjadi mercusuar inovasi dan pusat dialog budaya selama beberapa dekade ke depan.”

Meskipun penutupan sementara Pusat Pompidou akan meninggalkan kekosongan di jantung budaya Paris, antisipasi untuk pembukaan kembali pada tahun 2030 sangatlah tinggi. Transformasi ini menjanjikan pengalaman yang diperbarui dan fasilitas yang lebih canggih, menegaskan kembali status Pompidou sebagai salah satu pusat seni kontemporer terkemuka di dunia. Penantian lima tahun ini adalah harga yang harus dibayar untuk menjaga warisan dan relevansi sebuah institusi yang tak ternilai harganya bagi dunia seni.


Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda