February 3, 2026

LOKAL TIMES

Update Terus, Gak Ketinggalan Zaman!

Rafah Kembali Dibuka: Harapan Baru Gaza di Tengah Gencatan Senjata Rapuh

Penyeberangan Rafah, arteri vital yang menghubungkan Jalur Gaza dengan Mesir, resmi dibuka kembali pada 02 February 2026 setelah ditutup selama hampir setahun. Pembukaan kembali ini menandai langkah maju yang signifikan di tengah gencatan senjata yang masih sangat rapuh antara Israel dan Hamas, sekaligus menyusul kebuntuan diplomatik yang berlarut-larut antara Israel dan Mesir mengenai pengelolaan perbatasan tersebut.

Penyeberangan Rafah adalah satu-satunya jalur langsung bagi pergerakan orang dan barang non-kemanusiaan masuk dan keluar Gaza yang tidak melewati Israel. Penutupannya sejak Mei 2024, ketika pasukan Israel mengambil kendali operasional atas sisi Gaza dari penyeberangan tersebut, telah memperburuk krisis kemanusiaan yang sudah parah di wilayah kantong yang terkepung itu.

Pembukaan Kembali Setelah Ketegangan Panjang

Selama berbulan-bulan, perundingan antara Kairo dan Tel Aviv mengalami jalan buntu terkait mekanisme pengoperasian kembali Rafah. Mesir bersikeras menolak mengoperasikan kembali penyeberangan tersebut jika kendali berada di tangan Israel, mengutip kekhawatiran akan kedaulatan dan potensi pengusiran paksa warga Palestina ke Semenanjung Sinai. Israel, di sisi lain, menekankan perlunya jaminan keamanan yang ketat dan menolak menyerahkan kendali kepada entitas yang dianggapnya tidak dapat menjamin keamanannya.

Situasi ini memicu tekanan internasional yang intens, terutama dari Amerika Serikat dan Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang mendesak kedua belah pihak untuk mencapai kesepakatan demi meringankan penderitaan jutaan warga Gaza. Pembukaan kembali penyeberangan ini disinyalir merupakan salah satu syarat kunci dalam kesepakatan gencatan senjata terbaru yang berlaku efektif baru-baru ini, yang bertujuan untuk memungkinkan aliran bantuan kemanusiaan yang lebih besar dan evakuasi medis.

Meskipun detail spesifik mengenai mekanisme operasional yang baru disepakati belum sepenuhnya diumumkan kepada publik, sumber-sumber diplomatik mengindikasikan bahwa kesepakatan tersebut melibatkan suatu bentuk koordinasi yang diterima oleh kedua belah pihak, kemungkinan dengan peran pengawasan dari pihak ketiga atau otoritas Palestina yang diakui.

Mekanisme dan Harapan Kemanusiaan

Dengan dibukanya kembali Rafah, diharapkan ribuan truk berisi bantuan kemanusiaan yang telah menumpuk di sisi perbatasan Mesir dapat segera memasuki Gaza. Bantuan ini mencakup makanan, obat-obatan, air bersih, dan bahan bakar yang sangat dibutuhkan untuk rumah sakit dan infrastruktur vital lainnya yang hampir runtuh.

Selain bantuan, penyeberangan ini juga akan memungkinkan warga Palestina yang terluka parah untuk dievakuasi guna mendapatkan perawatan medis di luar Gaza, serta memfasilitasi perjalanan bagi warga negara asing dan pemegang paspor ganda yang ingin meninggalkan wilayah tersebut. Bagi banyak keluarga yang terpisah, pembukaan Rafah membawa secercah harapan.

“Pembukaan kembali penyeberangan Rafah adalah secercah harapan yang sangat dibutuhkan bagi jutaan warga Gaza yang terkepung,” ujar seorang juru bicara PBB dalam sebuah pernyataan. “Namun, kami harus menekankan bahwa kebutuhan di lapangan tetap monumental. Ini adalah langkah pertama, bukan solusi akhir, dan akses tanpa hambatan yang berkelanjutan sangatlah krusial untuk mencegah bencana kemanusiaan yang lebih dalam.”

Meski demikian, para analis memperingatkan bahwa pembukaan kembali ini masih harus dipantau ketat. Keberlanjutan operasi penyeberangan Rafah akan menjadi indikator penting bagi daya tahan gencatan senjata yang masih rapuh dan kesediaan kedua belah pihak untuk mematuhi komitmen mereka. Tantangan logistik dan keamanan tetap menjadi perhatian utama, mengingat kerusakan infrastruktur yang meluas di Gaza dan ketidakpastian politik di kawasan.

Pembukaan penyeberangan Rafah adalah pengingat pahit akan harga kemanusiaan dari konflik yang berkepanjangan. Ini adalah sebuah langkah kecil namun signifikan menuju stabilitas di wilayah yang telah lama dilanda kekerasan, namun jalan menuju perdamaian abadi dan pemulihan Gaza masih sangat panjang dan penuh dengan rintangan.


Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda