Sekutu AS Kecam Aksi Militer di Venezuela, PBB Gelar Pertemuan Darurat
Pada pertemuan darurat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang berlangsung di markas besar PBB di New York pada 06 January 2026, sejumlah negara sekutu tradisional Amerika Serikat, termasuk Prancis, menyuarakan kecaman keras terhadap tindakan militer yang dilaporkan di Venezuela, yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolás Maduro. Mereka menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan kedaulatan negara.
Peristiwa ini memicu ketegangan diplomatik yang signifikan, menempatkan Washington dalam posisi sulit di hadapan sekutu-sekutu kuncinya. Kecaman tersebut menyoroti perbedaan pandangan yang mendalam mengenai prinsip non-intervensi dan kedaulatan di tengah gejolak politik global.
Reaksi Keras dari Sekutu Tradisional
Kritik tajam ini datang di tengah meningkatnya perdebatan internasional tentang legitimasi intervensi militer di negara berdaulat. Perwakilan Prancis di PBB, dalam pernyataannya yang tegas, menyatakan keberatan mendalam atas apa yang digambarkannya sebagai preseden berbahaya bagi tatanan internasional yang berbasis aturan.
Delegasi Prancis menekankan pentingnya menghormati prinsip-prinsip dasar kedaulatan nasional dan non-intervensi dalam urusan internal negara lain, yang merupakan fondasi Piagam PBB, ujar perwakilan tersebut. Ia menambahkan bahwa setiap tindakan yang melanggar prinsip-prinsip ini berisiko mengikis stabilitas global dan memicu konflik lebih lanjut. Beberapa negara Eropa lainnya, yang secara historis memiliki hubungan diplomatik erat dengan Washington, juga dilaporkan berbagi keprihatinan serupa, meskipun beberapa memilih untuk tidak secara eksplisit menyebutkan Amerika Serikat dalam kritik mereka.
Seorang diplomat senior dari salah satu negara Eropa yang menghadiri pertemuan tersebut, yang meminta anonimitas karena sensitivitas isu, menyatakan:
“Tindakan semacam ini mengikis tatanan internasional yang kita bangun dengan susah payah. Kedaulatan sebuah negara, terlepas dari perbedaan pandangan politik, harus dihormati sepenuhnya. Ini adalah garis merah yang tidak boleh dilampaui.”
Dampak dan Implikasi Global
Insiden di Venezuela ini memicu kekhawatiran serius tentang stabilitas regional di Amerika Latin dan preseden yang mungkin tercipta bagi negara-negara lain yang menghadapi gejolak politik internal. Venezuela sendiri telah menjadi sorotan internasional selama bertahun-tahun karena krisis ekonomi parah, eksodus migrasi massal, dan ketegangan politik yang kronis antara pemerintah Maduro dan oposisi.
Pemerintahan Amerika Serikat sendiri belum mengeluarkan pernyataan resmi yang secara langsung mengonfirmasi atau menolak keterlibatannya dalam tindakan militer yang dikritik tersebut. Namun, Washington secara terbuka telah menyatakan dukungannya untuk upaya mengganti rezim Maduro di masa lalu, dengan alasan kekhawatiran akan demokrasi dan hak asasi manusia di negara tersebut.
Pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB ini diharapkan akan berlanjut dengan diskusi lebih lanjut mengenai kemungkinan resolusi atau langkah-langkah diplomatik yang dapat diambil untuk menanggapi situasi ini. Sekretaris Jenderal PBB dilaporkan menyerukan semua pihak untuk menahan diri, de-eskalasi, dan menyelesaikan perbedaan melalui jalur damai sesuai dengan prinsip-prinsip Piagam PBB. Kritik dari sekutu-sekutu dekat AS ini menyoroti kompleksitas diplomasi internasional dan potensi retaknya aliansi dalam menghadapi isu-isu kedaulatan dan intervensi militer.
Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda
