March 1, 2026

LOKAL TIMES

Update Terus, Gak Ketinggalan Zaman!

Serangan AS-Israel Guncang Iran, Ketegangan Timur Tengah Memuncak

28 February 2026 – Kawasan Timur Tengah kembali dilanda gejolak setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan serangan militer “besar-besaran dan berkelanjutan” terhadap Iran. Pernyataan ini disusul dengan kabar bahwa Israel juga turut bergabung dalam serangan tersebut, memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik regional yang lebih luas. Laporan awal menyebutkan warga di ibu kota Iran, Teheran, berhamburan mencari perlindungan dari dentuman ledakan yang terdengar.

Ketegangan Meledak: Serangan AS-Israel dan Seruan Penggulingan Rezim

Pengumuman mendadak dari Washington pada 28 February 2026 dini hari WIB, menandai titik didih baru dalam ketegangan yang telah lama membayangi hubungan antara Amerika Serikat dan Iran. Presiden Trump, melalui pernyataan resmi, tidak hanya mengklaim dimulainya operasi militer berskala besar, tetapi juga secara eksplisit menyerukan “penggulingan pemerintahan” Iran. Pernyataan ini sontak memicu alarm di seluruh dunia, mengingat potensi dampak destabilisasi yang masif di kawasan.

Israel, sekutu dekat Amerika Serikat di Timur Tengah, segera mengonfirmasi keterlibatannya dalam serangan tersebut. Meskipun rincian spesifik mengenai target dan skala operasi masih belum jelas, laporan awal dari Teheran mengindikasikan bahwa beberapa lokasi telah menjadi sasaran. Penduduk Teheran melaporkan mendengar suara ledakan dan mencari perlindungan di tempat aman, mencerminkan kepanikan dan ketidakpastian yang melanda kota berpenduduk jutaan jiwa tersebut.

Serangan ini bukan sekadar respons taktis, ini adalah perubahan paradigma yang jelas dalam kebijakan luar negeri AS terhadap Iran. Seruan untuk menggulingkan pemerintahan mengindikasikan tujuan yang jauh lebih ambisius dan berisiko tinggi. Dunia harus bersiap untuk respons Iran yang mungkin tak terduga dan dampaknya yang luas, ujar seorang analis keamanan regional yang tidak ingin disebutkan namanya, mengomentari situasi terkini.

Reaksi Regional dan Peringatan Internasional

Kabar mengenai serangan gabungan AS-Israel ini segera memicu kewaspadaan tinggi di seluruh Timur Tengah. Berbagai negara di kawasan tersebut dilaporkan tengah bersiaga penuh, mengantisipasi kemungkinan balasan dari Iran. Sejarah konflik di wilayah ini menunjukkan bahwa setiap provokasi besar seringkali diikuti oleh respons berantai yang sulit diprediksi, berpotensi menyeret lebih banyak aktor ke dalam pusaran kekerasan.

Komunitas internasional juga bergerak cepat menyuarakan keprihatinan. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Uni Eropa (UE) telah mengeluarkan seruan mendesak untuk de-eskalasi, memperingatkan para pihak agar menahan diri dan menghindari tindakan yang dapat memperburuk situasi. Kekhawatiran utama terpusat pada potensi jatuhnya korban sipil dan krisis kemanusiaan yang lebih parah, di tengah situasi geopolitik global yang sudah rapuh.

Para pengamat politik dan keamanan dunia kini memfokuskan perhatian pada langkah selanjutnya yang akan diambil Iran. Republik Islam tersebut memiliki kapasitas militer yang signifikan dan jaringan proksi yang kuat di seluruh Timur Tengah, yang dapat digunakan untuk membalas serangan ini. Analis memperkirakan bahwa respons Iran bisa berupa serangan siber, rudal, atau melalui milisi sekutunya, menargetkan kepentingan AS dan Israel di kawasan. Situasi di Timur Tengah diperkirakan akan tetap tegang dan tidak menentu dalam beberapa hari dan minggu mendatang.


Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda