January 15, 2026

LOKAL TIMES

Update Terus, Gak Ketinggalan Zaman!

Bali United Kunci Kemenangan, Arema FC Terbenam dalam Krisis Berkelanjutan

Bali United sukses mengamankan tiga poin penuh setelah menundukkan tamunya, Arema FC, dalam lanjutan Liga 1 yang digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta pada 04 January 2026. Kemenangan dengan skor akhir 2-0 ini tidak hanya mengukuhkan posisi Serdadu Tridatu di papan atas, tetapi juga semakin memperpanjang tren negatif Singo Edan yang kini kian terpuruk di zona degradasi.

Pertandingan berjalan sengit sejak peluit kick-off dibunyikan, namun Bali United tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang. Gol pertama Serdadu Tridatu tercipta pada menit ke-25 melalui sundulan Privat Mbarga yang memanfaatkan umpan silang akurat dari Eber Bessa. Keunggulan satu gol membuat Bali United semakin percaya diri, sementara Arema FC kesulitan mengembangkan permainan dan kerap kehilangan bola di lini tengah. Babak pertama pun ditutup dengan keunggulan tipis bagi tuan rumah.

Memasuki babak kedua, Arema FC mencoba bangkit dengan melakukan beberapa pergantian pemain untuk menambah daya gedor. Namun, pertahanan rapat Bali United yang dikomandoi Elias Dolah mampu meredam setiap serangan. Justru Bali United yang berhasil menggandakan keunggulan pada menit ke-60 melalui tendangan keras Ilija Spasojevic dari luar kotak penalti, tak mampu dihalau kiper Julian Schwarzer. Kekalahan ini menambah daftar panjang hasil minor bagi Arema FC yang belum menunjukkan tanda-tanda kebangkitan di bawah asuhan pelatih baru.

Analisis Pertandingan dan Performa Tim

Pelatih Bali United, Stefano Cugurra ‘Teco’, patut diacungi jempol atas strategi jitu yang diterapkan. Bali United tampil solid di semua lini, mulai dari pertahanan yang kokoh hingga lini serang yang tajam. Kerja sama tim yang apik dan transisi yang cepat menjadi kunci keberhasilan mereka dalam meredam agresivitas Arema FC. Duet gelandang bertahan mereka mampu memutus aliran bola lawan, sementara sayap-sayap lincah seperti Irfan Jaya dan Privat Mbarga kerap merepotkan lini belakang Singo Edan.

Di sisi lain, Arema FC masih bergulat dengan masalah konsistensi. Kehilangan beberapa pilar penting akibat cedera dan skorsing terlihat jelas memengaruhi kedalaman skuad. Serangan mereka kurang variatif, dan seringkali mudah dipatahkan oleh lawan. Tim asuhan Fernando Valente (sebelumnya) dan kini di bawah caretaker, tampak frustrasi dengan performa mereka yang inkonsisten sepanjang musim ini, gagal menemukan ritme permainan yang solid dan kepercayaan diri di lapangan.

“Kami bersyukur atas tiga poin ini. Para pemain menunjukkan semangat juang tinggi dan disiplin dalam menjalankan taktik. Ini adalah hasil kerja keras seluruh tim, dan kami harus terus fokus untuk pertandingan berikutnya agar bisa menjaga momentum positif,” ujar Teco dalam konferensi pers pasca-laga, menekankan pentingnya konsistensi.

Implikasi dan Posisi Klasemen

Kemenangan ini membuat Bali United semakin kokoh di papan atas klasemen sementara Liga 1, menjaga asa mereka untuk bersaing memperebutkan gelar juara. Dengan tambahan tiga poin, Serdadu Tridatu kini mengumpulkan 38 poin dari 20 pertandingan, menempel ketat tim-tim di puncak dan berpeluang besar lolos ke Championship Series.

Sebaliknya, bagi Arema FC, kekalahan ini semakin menenggelamkan mereka di zona merah. Dengan hanya 15 poin dari 20 pertandingan, mereka terancam degradasi jika tidak segera menemukan solusi dan strategi baru yang efektif. Tekanan besar kini berada di pundak manajemen dan tim pelatih untuk segera bangkit dari keterpurukan, mengingat sisa pertandingan yang semakin menipis dan persaingan di papan bawah yang kian ketat.

Perjalanan Liga 1 masih panjang, namun setiap poin menjadi sangat krusial. Bali United akan berusaha mempertahankan momentum positif mereka, sementara Arema FC dihadapkan pada tugas berat untuk menyelamatkan musim mereka dari jurang degradasi dan mengembalikan kepercayaan diri para penggemar setia mereka.


Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda