February 7, 2026

LOKAL TIMES

Update Terus, Gak Ketinggalan Zaman!

Derby Mataram Berakhir Tanpa Gol: PSIM dan Persis Berbagi Angka Penuh Gengsi

Pertarungan klasik dua rival abadi, PSIM Yogyakarta dan Persis Solo, dalam lanjutan kompetisi Liga 2 musim 2025/2026 berakhir tanpa pemenang. Laga yang dinanti-nanti para penggemar sepak bola di wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta ini menghasilkan skor kacamata, 0-0, yang membuat kedua tim harus puas berbagi satu poin krusial di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada Jumat (7/2/2026) sore WIB. Hasil ini menambah cerita panjang dalam sejarah Derby Mataram yang selalu penuh intrik dan gengsi.

Sejak peluit kick-off dibunyikan, atmosfer Stadion Sultan Agung yang dipadati ribuan suporter dari kedua belah pihak sudah memanas. Meskipun pertandingan berjalan dengan tensi tinggi, permainan cenderung hati-hati dan taktis di babak pertama. PSIM, yang bertindak sebagai tuan rumah, mencoba mengambil inisiatif serangan melalui sisi sayap dan umpan-umpan terobosan. Namun, Persis Solo tampil dengan skema pertahanan yang disiplin, membuat lini depan Laskar Mataram kesulitan menembus area berbahaya.

Beberapa peluang tercipta dari kedua tim di babak pertama, namun belum mampu mengancam gawang lawan secara berarti. Upaya tendangan jarak jauh dari gelandang PSIM, Agus Supriyanto, maupun manuver cepat penyerang Persis, Budi Santoso, kerap mentah di lini belakang atau berhasil diantisipasi oleh penjaga gawang masing-masing. Skor 0-0 bertahan hingga jeda turun minum, mencerminkan ketatnya persaingan di lapangan hijau.

Analisis Pelatih dan Reaksi Tim

Memasuki paruh kedua, intensitas pertandingan mulai meningkat. Kedua pelatih terlihat memberikan instruksi strategi yang lebih ofensif, mendorong anak asuhnya untuk bermain lebih menyerang. PSIM hampir memecah kebuntuan di menit ke-60 melalui sundulan keras penyerang asing mereka, Carlos da Silva, yang tipis di atas mistar gawang. Tidak lama berselang, Persis membalas dengan serangan balik cepat yang memaksa kiper PSIM, Rio Pamungkas, melakukan penyelamatan gemilang dari tendangan keras Wahyu Nugroho.

Jual beli serangan terjadi hingga menit-menit akhir. Kartu kuning pun beberapa kali keluar dari saku wasit sebagai upaya untuk mengontrol emosi para pemain yang semakin memanas. Namun, solidnya pertahanan dan ketangguhan kedua penjaga gawang membuat skor 0-0 tetap bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Usai pertandingan, kedua juru taktik memberikan pandangan mereka terkait hasil imbang ini.

Pelatih PSIM, Seto Nurdiantoro, menyatakan, “Ini adalah pertandingan yang sangat ketat dan menguras energi. Kami puas dengan satu poin, namun sejujurnya kami menargetkan kemenangan di kandang sendiri. Pertahanan Persis sangat solid, dan kami harus bekerja lebih keras lagi untuk laga selanjutnya.”

Di sisi lain, pelatih Persis Solo, Leonardo Medina, mengapresiasi kerja keras anak asuhnya. Menurutnya, membawa pulang satu poin dari markas rival abadi adalah hasil yang patut disyukuri, mengingat tekanan dan intensitas laga derby yang selalu tinggi.

Implikasi Klasemen dan Sejarah Rivalitas

Dengan hasil imbang ini, PSIM dan Persis sama-sama menambah koleksi satu poin mereka di papan klasemen sementara Liga 2. Hasil ini menjaga persaingan di papan atas tetap ketat, terutama dalam perebutan posisi menuju babak play-off promosi ke Liga 1. Keduanya masih memiliki peluang besar untuk mencapai target yang diusung oleh manajemen dan harapan para suporter setia.

Lebih dari sekadar poin, Derby Mataram adalah pertarungan gengsi dan kebanggaan yang melampaui statistik di atas kertas. Rivalitas ini berakar kuat dari sejarah panjang dua kota bertetangga, Yogyakarta dan Solo, yang memiliki warisan budaya dan dinamika sosial yang unik. Setiap pertemuan selalu menghadirkan tensi tinggi, baik di dalam maupun di luar lapangan, menjadikannya salah satu derby paling ikonik di sepak bola Indonesia. Hingga 06 February 2026, rivalitas ini terus hidup dan menjadi daya tarik tersendiri bagi pecinta sepak bola nasional.

Meskipun berakhir tanpa gol, pertandingan ini tetap menyajikan tontonan menarik dan menegangkan bagi para penggemar. Kedua tim menunjukkan semangat juang tinggi dan kualitas permainan yang merata. Para suporter, meski sedikit kecewa karena tidak ada gol tercipta, tetap mengapresiasi perjuangan tim kesayangan mereka yang telah berjuang habis-habisan. Pertemuan selanjutnya antara PSIM dan Persis di putaran kedua dipastikan akan kembali menyedot perhatian dan menjadi ajang pembuktian lain bagi kedua raksasa Jawa ini.


Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda