February 24, 2026

LOKAL TIMES

Update Terus, Gak Ketinggalan Zaman!

Harianto Badjoeri, Mantan Manajer Persija dan Kasatpol PP DKI, Tutup Usia

Kabar duka menyelimuti dunia sepak bola nasional dan birokrasi pemerintahan Provinsi DKI Jakarta. Harianto Badjoeri, sosok yang dikenal luas berkat dedikasi dan kepemimpinannya sebagai mantan Manajer Persija Jakarta dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Provinsi DKI Jakarta, dikabarkan meninggal dunia pada 23 February 2026. Kepergian almarhum menyisakan duka mendalam bagi keluarga, rekan kerja, serta ribuan suporter Persija yang pernah menyaksikan kepemimpinannya.

Harianto Badjoeri dikenal sebagai figur yang memiliki jejak rekam pengabdian luar biasa di dua bidang yang berbeda namun sama-sama strategis. Kemampuannya beradaptasi dan memberikan kontribusi signifikan di ranah olahraga maupun pelayanan publik menjadi cerminan kepribadiannya yang tegas, visioner, dan penuh tanggung jawab.

Jejak Manis di Balik Layar Macan Kemayoran

Perjalanan karier Harianto Badjoeri di dunia sepak bola dimulai dengan peran vitalnya sebagai Manajer Persija Jakarta. Selama periode kepemimpinannya, ia dikenal sebagai sosok yang berdedikasi tinggi dalam membangun fondasi tim yang solid. Dengan gaya manajemen yang profesional dan fokus pada pengembangan pemain, ia turut serta dalam upaya membawa klub berjuluk Macan Kemayoran tersebut meraih berbagai prestasi dan stabilitas.

Di bawah arahannya, Persija tidak hanya berjuang di lapangan hijau, tetapi juga mengalami transformasi dalam hal manajemen dan organisasi. Badjoeri dikenal memiliki kemampuan dalam menjaga harmonisasi tim, memotivasi pemain, serta menjalin komunikasi yang baik dengan berbagai pihak, termasuk suporter fanatik Persija, Jakmania. Kontribusinya dianggap krusial dalam menempatkan Persija sebagai salah satu klub papan atas yang disegani di kancah sepak bola Indonesia.

Salah satu momen penting yang selalu dikenang adalah kemampuannya meramu strategi non-teknis yang mendukung performa tim. Ia sangat memperhatikan detail, mulai dari logistik, kesejahteraan pemain, hingga membangun ikatan emosional antara manajemen, pemain, dan suporter. Kehadirannya memberikan warna tersendiri dalam sejarah panjang Persija Jakarta.

Pengabdian Tegas di Pemerintahan DKI Jakarta

Selepas kiprahnya di dunia sepak bola, Harianto Badjoeri melanjutkan pengabdiannya di sektor pemerintahan sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Provinsi DKI Jakarta. Jabatan ini menuntut ketegasan, integritas, dan kemampuan manajerial yang tinggi dalam menjaga ketertiban umum dan menegakkan peraturan daerah di ibu kota.

Selama menjabat sebagai Kasatpol PP, Harianto Badjoeri dikenal sebagai pemimpin yang disiplin namun tetap humanis. Ia bertanggung jawab atas penertiban berbagai masalah perkotaan, mulai dari pedagang kaki lima (PKL), bangunan liar, hingga penegakan protokol kesehatan dalam situasi tertentu. Tantangan yang dihadapi sangat beragam, namun ia selalu berupaya menjalankan tugasnya dengan profesionalisme tinggi, sembari tetap memperhatikan aspek kemanusiaan dan sosial.

Pendekatannya dalam setiap penugasan selalu mengedepankan sosialisasi dan dialog, meski pada akhirnya tindakan tegas harus diambil demi kepentingan umum dan tegaknya peraturan. Ia meninggalkan warisan berupa Satpol PP yang lebih terstruktur dan memiliki citra sebagai aparat penegak perda yang berwibawa di mata masyarakat.

“Harianto Badjoeri adalah sosok pemimpin yang mengayomi, tegas dalam prinsip namun selalu mengedepankan dialog. Kehilangan beliau adalah kehilangan besar bagi kita semua, baik di dunia olahraga maupun pemerintahan. Dedikasinya di Persija dan Satpol PP adalah teladan nyata dari seorang abdi negara dan pegiat olahraga.”

— Salah satu kolega di lingkungan pemerintahan DKI Jakarta

Kepergian Harianto Badjoeri pada 23 February 2026 meninggalkan kesedihan yang mendalam, namun warisan pengabdiannya akan terus dikenang. Baik di tribun stadion maupun di tengah hiruk pikuk kota Jakarta, nama Harianto Badjoeri akan selalu disebut sebagai figur yang mendedikasikan hidupnya untuk kemajuan dan ketertiban. Keluarga yang ditinggalkan memohon doa agar almarhum diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan ditempatkan di tempat terbaik.


Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda