February 20, 2026

LOKAL TIMES

Update Terus, Gak Ketinggalan Zaman!

Inter Milan Terpukul di Norwegia, Petar Sucic Kobarkan Semangat Balas Dendam

MILAN – Inter Milan secara mengejutkan terhantam kekalahan telak 3-1 dari klub Norwegia, Bodo/Glimt, dalam pertandingan leg pertama babak play-off Liga Europa yang digelar pekan lalu. Hasil ini menempatkan Nerazzurri dalam posisi sulit menjelang leg kedua. Meskipun demikian, gelandang muda Inter Milan, Petar Sucic, tetap menunjukkan optimisme tinggi dan menyerukan semangat juang untuk membalikkan keadaan.

Kekalahan Mengejutkan di Tanah Norwegia

Pertandingan yang berlangsung di Aspmyra Stadion, markas Bodo/Glimt, berakhir tragis bagi Inter Milan. Tim asuhan Simone Inzaghi tampil di bawah performa terbaik mereka, menghadapi tekanan intens dan permainan agresif dari tim tuan rumah yang bermain di kandang mereka yang dingin. Gol-gol cepat dari Bodo/Glimt pada babak pertama dan awal babak kedua membuat Inter Milan tertinggal jauh. Meskipun sempat memperkecil ketertinggalan, Inter harus mengakui keunggulan lawan.

Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi ambisi Inter di kancah Eropa musim ini. Para pemain tampak kesulitan beradaptasi dengan kondisi lapangan buatan dan strategi taktis Bodo/Glimt yang disiplin. Pertahanan Inter yang biasanya solid, terlihat rapuh dan lini tengah gagal mendominasi, memberikan ruang gerak luas bagi serangan balik cepat dari tim Norwegia tersebut. Hasil ini tentu saja memicu kekhawatiran di kalangan penggemar dan analisis media.

“Ini adalah hasil yang menyakitkan, dan kami tahu kami tidak bermain di level terbaik kami. Tapi ini baru leg pertama. Kami adalah Inter Milan, kami punya kualitas, dan kami bermain di kandang kami sendiri untuk leg kedua,” ujar Petar Sucic dengan nada penuh tekad. “Saya sangat optimistis kami bisa membalikkan keadaan. Kami akan bekerja keras, menganalisis kesalahan, dan kembali dengan mentalitas pemenang. Kami berjanji kepada para penggemar bahwa kami akan memberikan segalanya untuk lolos!”

Misi Sulit, Harapan di San Siro

Pernyataan Sucic mencerminkan kepercayaan diri yang masih membara di skuad Inter Milan, meskipun mereka kini menghadapi tantangan berat. Untuk lolos ke babak berikutnya, Inter setidaknya harus menang dengan selisih dua gol tanpa kebobolan di leg kedua, atau menang dengan selisih tiga gol jika Bodo/Glimt berhasil mencetak gol tandang di San Siro. Sebuah tugas yang tidak mudah, mengingat performa impresif Bodo/Glimt di kandang mereka sendiri maupun di laga tandang.

Pelatih Simone Inzaghi juga diyakini akan bekerja keras bersama staf pelatihnya untuk menemukan solusi taktis. “Kami harus belajar dari kesalahan ini dan fokus sepenuhnya pada leg kedua. Kami punya keuntungan bermain di kandang sendiri dengan dukungan penuh dari tifosi,” ujarnya dalam konferensi pers pasca-pertandingan. Sejarah mencatat Inter Milan pernah melakukan beberapa comeback dramatis di ajang Eropa, dan pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para pemain.

Persiapan untuk leg kedua akan dimulai segera setelah laporan ini diterbitkan, menjelang pertandingan krusial yang dijadwalkan pada 19 February 2026 pekan depan. Tekanan besar akan berada di pundak para pemain Inter untuk tidak hanya membalikkan defisit gol, tetapi juga mengembalikan kepercayaan diri dan kehormatan mereka di kompetisi Eropa. Misi mustahil atau inspirasi baru, San Siro akan menjadi saksi perjuangan Inter Milan.


Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda