Kejutan Besar di Norwegia: Bodo/Glimt Jegal Man City 3-1 di Liga Champions
Dunia sepak bola kembali digemparkan oleh sebuah hasil tak terduga dalam kancah Liga Champions 2025/26. Tim raksasa Inggris, Manchester City, yang dikenal dengan dominasinya, harus mengakui keunggulan tim underdog Norwegia, FK Bodo/Glimt, dengan skor telak 3-1 di Aspmyra Stadion yang dingin pada malam yang tak terlupakan. Kemenangan bersejarah ini tidak hanya mengejutkan banyak pihak, tetapi juga mengirimkan sinyal kuat tentang kekuatan tim-tim yang kerap dipandang sebelah mata di kompetisi elite Eropa.
Dominasi Tuan Rumah Sejak Menit Awal
Sejak peluit babak pertama dibunyikan, Bodo/Glimt tampil dengan intensitas tinggi, tak gentar menghadapi nama besar Manchester City. Dengan dukungan penuh dari para penggemar tuan rumah, mereka melancarkan serangan-serangan cepat dan berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-22 melalui tembakan akurat dari Kasper Hogue yang memanfaatkan kelengahan lini pertahanan City. Gol tersebut membangkitkan semangat juang para pemain Glimt dan membuat para pemain City terlihat sedikit terkejut.
Tak lama berselang, tepatnya pada menit ke-38, atmosfer Aspmyra Stadion semakin membara ketika Jens Petter Hauge Hauge menggandakan keunggulan Bodo/Glimt. Setelah melakukan dribel memukau melewati dua bek lawan, Hauge melepaskan tendangan keras yang tak mampu dijangkau kiper Manchester City. Skor 2-0 bertahan hingga jeda, sebuah situasi yang jarang sekali dialami tim asuhan Pep Guardiola di ajang Liga Champions. Manchester City tampak kesulitan mengembangkan permainan mereka, dengan umpan-umpan yang sering terputus dan tekanan tinggi dari tim tuan rumah.
“Ini adalah malam yang tak akan kami lupakan. Para pemain menunjukkan karakter luar biasa, disiplin tinggi, dan keberanian untuk bermain sepak bola kami sendiri melawan salah satu tim terbaik di dunia. Ini membuktikan bahwa dengan kerja keras dan keyakinan, apapun mungkin.”
— Kjetil Knutsen, Pelatih Bodo/Glimt
Reaksi Guardiola dan Prospek Kedua Tim
Memasuki babak kedua, Manchester City mencoba bangkit dengan melakukan beberapa pergantian pemain, termasuk memasukkan Erling Haaland untuk menambah daya gedor. Namun, Bodo/Glimt tetap menjaga disiplin pertahanan mereka dan bahkan berhasil menambah gol ketiga pada menit ke-65 melalui skema serangan balik cepat yang diselesaikan dengan dingin oleh satu lagi pemain Glimt, memperdalam luka City.
Meskipun tertinggal jauh, Manchester City akhirnya berhasil mencetak gol hiburan pada menit ke-78 melalui sundulan keras Erling Haaland setelah menerima umpan silang dari sisi kanan. Namun, gol tersebut tidak cukup untuk mengubah jalannya pertandingan. Hingga peluit akhir dibunyikan, Bodo/Glimt berhasil mempertahankan keunggulan 3-1, mengukir sejarah sebagai salah satu kejutan terbesar di Liga Champions musim ini.
Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, mengakui keunggulan lawan dalam konferensi pers pasca-pertandingan. “Mereka bermain lebih baik dari kami malam ini. Kami tidak berada dalam performa terbaik, dan kami harus belajar dari kekalahan ini. Selamat untuk Bodo/Glimt, mereka pantas mendapatkan kemenangan ini,” ujarnya. Hasil ini menempatkan Manchester City dalam posisi yang sedikit tidak nyaman di fase grup, sementara Bodo/Glimt mendapatkan suntikan kepercayaan diri yang masif dan perhatian global. Pertandingan pada 20 January 2026 ini akan tercatat sebagai salah satu momen paling dramatis dan tak terduga dalam sejarah Liga Champions.
Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda
