February 26, 2026

LOKAL TIMES

Update Terus, Gak Ketinggalan Zaman!

Mohamed Salah dalam Sorotan: Performa Menurun dan Kritik Pedas Sam Allardyce

Performa Menurun dan Ledakan Emosi Mohamed Salah Jadi Perbincangan

Bintang Liverpool, Mohamed Salah, kembali menjadi pusat perbincangan hangat di dunia sepak bola menyusul penurunan performa yang terlihat jelas dan ledakan emosi di lapangan. Situasi ini diperparah dengan kritik tajam dari mantan manajer Liga Primer, Sam Allardyce, yang secara blak-blakan menyebut perilaku Salah sebagai “bertindak seperti bayi besar.” Insiden ini terjadi di tengah periode krusial bagi Liverpool, yang sedang berjuang keras di sisa musim kompetisi.

Salah, yang dikenal sebagai salah satu penyerang paling mematikan di dunia selama bertahun-tahun, tampaknya sedang melalui fase sulit. Penampilannya dalam beberapa pertandingan terakhir, khususnya menjelang akhir musim, dinilai kurang menggigit dibandingkan standar tinggi yang ia tetapkan sendiri. Gol-gol yang biasanya mengalir deras kini terasa lebih sulit didapatkan, dan pengaruhnya dalam permainan tim terlihat berkurang. Kondisi ini tentunya menimbulkan kekhawatiran di kalangan penggemar dan staf pelatih.

Selain masalah performa, aspek emosional Salah juga menjadi sorotan. Beberapa kali terlihat ia menunjukkan rasa frustrasi yang mendalam di lapangan, baik melalui gestur tubuh maupun interaksi dengan rekan setim atau lawan. Momen-momen ini, yang sebelumnya jarang terlihat dari sosok Salah yang biasanya tenang dan fokus, kini semakin sering menjadi bahan pembicaraan dan analisis. Tekanan untuk mempertahankan performa puncak di klub sebesar Liverpool, ditambah dengan harapan besar dari para pendukung, tampaknya mulai mengambil dampak.

Kritik Tajam dari Sam Allardyce dan Resonansinya

Di tengah suasana yang sudah memanas, komentar pedas dari Sam Allardyce semakin menyulut perdebatan. Allardyce, yang dikenal dengan gaya komentarnya yang lugas dan tanpa basa-basi, tidak segan-segan melontarkan kritik keras terhadap Mohamed Salah. Dalam komentarnya di salah satu media olahraga terkemuka, Allardyce secara spesifik menyoroti perilaku Salah yang dianggapnya tidak dewasa.

“Mohamed Salah bertingkah seperti bayi besar! Ini tidak pantas untuk pemain sekelas dirinya, terutama di momen penting seperti ini bagi Liverpool. Dia harusnya lebih dewasa dalam menghadapi tekanan dan kesulitan,” ujar Allardyce dengan tegas.

Pernyataan ini langsung memicu berbagai reaksi. Sebagian setuju dengan pandangan Allardyce, melihatnya sebagai cerminan frustrasi yang juga dirasakan banyak penggemar terhadap performa dan sikap Salah. Mereka berpendapat bahwa sebagai salah satu pemimpin di tim, Salah diharapkan menunjukkan ketenangan dan profesionalisme yang lebih baik, terutama saat tim sedang berjuang keras mengejar gelar di berbagai kompetai. Di sisi lain, banyak pula yang membela Salah, berargumen bahwa kritik tersebut terlalu keras dan tidak memperhitungkan tekanan luar biasa yang dihadapi para atlet papan atas.

Kondisi Mohamed Salah ini datang pada waktu yang tidak ideal bagi Liverpool. Dengan kepergian manajer Jürgen Klopp yang akan segera terjadi di akhir musim, serta persaingan ketat di Liga Primer dan kompetisi lainnya, Liverpool sangat membutuhkan setiap pemain intinya untuk berada dalam kondisi puncak, baik secara fisik maupun mental. Bagaimana Salah akan merespons kritik ini dan apakah ia mampu menemukan kembali sentuhan magisnya akan sangat menentukan arah akhir musim The Reds. Semua mata tertuju pada bintang Mesir tersebut, menanti apakah ia bisa kembali menjadi pahlawan atau terus bergulat dengan tekanan yang memuncak pada 25 February 2026.


Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda