January 15, 2026

LOKAL TIMES

Update Terus, Gak Ketinggalan Zaman!

PBVSI Ganti Pelatih Timnas Voli Putra Pasca Gagal Pertahankan Emas SEA Games 2025

23 December 2025, Jakarta – Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) secara resmi mengumumkan pergantian pelatih kepala tim nasional voli putra Indonesia. Keputusan drastis ini diambil menyusul kegagalan tim Garuda mempertahankan medali emas pada ajang SEA Games 2025 di Thailand. Kekalahan ini mengakhiri dominasi Indonesia yang telah berlangsung dalam tiga edisi SEA Games sebelumnya, memicu evaluasi menyeluruh di tubuh federasi.

Sumber internal PBVSI menyebutkan bahwa evaluasi mendalam telah dilakukan segera setelah tim kembali ke Tanah Air. Kegagalan mencapai target utama, yakni medali emas, menjadi pemicu utama perubahan staf pelatih. Pelatih sebelumnya, Jiang Jie, yang telah mengantarkan tim meraih dua medali emas berturut-turut pada SEA Games 2021 dan 2023, kini harus menyerahkan tongkat estafet kepelatihan. Tekanan untuk mengulang kesuksesan sebelumnya sangat besar, namun target tersebut gagal terpenuhi.

Pada gelaran SEA Games 2025 di Bangkok, Thailand, timnas voli putra Indonesia hanya mampu meraih medali perak setelah takluk di partai final dari tim tuan rumah, Thailand, dalam pertandingan yang berlangsung sengit. Hasil ini jelas jauh dari ekspektasi publik dan target yang dicanangkan PBVSI, yaitu mengamankan medali emas keempat secara beruntun. Kekalahan tersebut tidak hanya mengecewakan para penggemar, tetapi juga menjadi sinyal kuat bagi PBVSI untuk segera berbenah.

Evaluasi Menyeluruh dan Masa Depan Tim

Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PBVSI, Loudry Maspaitela, dalam konferensi pers virtual menyatakan komitmen federasi untuk melakukan pembenahan total. Proses ini mencakup tidak hanya pergantian pelatih, tetapi juga restrukturisasi program latihan dan pengembangan pemain.

“Kami memahami kekecewaan masyarakat. Oleh karena itu, PBVSI mengambil langkah tegas dengan melakukan pergantian pelatih. Kami akan mencari sosok yang tidak hanya memiliki kapabilitas teknis tinggi, tetapi juga mampu membangun mental juara serta skema permainan yang lebih variatif untuk menghadapi tantangan di level Asia,” ujar Loudry, menegaskan pentingnya visi jangka panjang.

Proses pencarian pelatih baru akan segera dimulai. PBVSI membuka opsi untuk pelatih lokal maupun asing, dengan penekanan pada rekam jejak yang solid dalam mengembangkan tim dan meraih prestasi internasional. Kriteria lainnya termasuk kemampuan adaptasi terhadap karakter pemain Indonesia, visi jangka panjang untuk regenerasi atlet, dan kapabilitas untuk membentuk tim yang kompetitif di kancah global. Federasi berharap bisa mengumumkan pelatih baru dalam beberapa minggu ke depan agar persiapan untuk turnamen berikutnya bisa segera dimulai.

Selain pergantian pelatih, federasi juga berencana memperkuat program pengembangan pemain muda. Upaya ini dianggap krusial untuk menjaga keberlanjutan prestasi timnas di masa mendatang, mengingat beberapa pilar utama tim saat ini sudah memasuki usia veteran. Turnamen seperti AVC Challenge Cup dan Kejuaraan Asia akan menjadi ajang pembuktian pertama bagi pelatih dan skuat baru yang akan dibentuk.

Jejak Prestasi dan Tantangan Baru

Timnas voli putra Indonesia telah menorehkan sejarah manis dengan meraih medali emas SEA Games pada edisi 2019 di Filipina, 2021 (yang diselenggarakan 2022) di Vietnam, dan 2023 di Kamboja. Dominasi ini menempatkan Indonesia sebagai kekuatan utama di Asia Tenggara, dan kegagalan di SEA Games 2025 ini dianggap sebagai “wake-up call” bagi seluruh elemen yang terlibat dalam pengembangan voli putra Tanah Air.

Tekanan besar kini berada di pundak PBVSI untuk segera menemukan pengganti yang tepat dan melakukan persiapan matang. Target utama tentu saja mengembalikan kejayaan di SEA Games berikutnya serta meningkatkan performa di kancah yang lebih tinggi seperti Asian Games dan Kejuaraan Asia. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan sponsor, diharapkan dapat mempercepat proses revitalisasi ini dan memberikan sumber daya yang dibutuhkan untuk mencapai target ambisius tersebut.

Keputusan PBVSI ini menandai babak baru bagi timnas voli putra Indonesia. Dengan semangat evaluasi dan perbaikan, diharapkan tim Merah Putih dapat kembali menemukan sentuhan emasnya dan membawa harum nama bangsa di pentas olahraga voli regional maupun internasional. Publik menantikan langkah konkret dari federasi untuk mengembalikan performa terbaik tim kebanggaan ini.


Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda