Play-off Liga Champions 2025/2026: Juventus Hadapi Rintangan, Real Madrid Nyaman
Kompetisi paling prestisius di Eropa, Liga Champions UEFA musim 2025/2026, segera memasuki fase krusial dengan digelarnya leg kedua babak knockout play-off menuju babak 16 besar. Pada 23 February 2026, sorotan utama tertuju pada dua raksasa benua biru: Juventus yang berjuang keras untuk memastikan tiketnya, dan Real Madrid yang berada di posisi nyaman menuju fase gugur utama. Format baru turnamen ini menjanjikan intensitas lebih tinggi, di mana setiap gol dan setiap keputusan bisa berarti perbedaan antara lolos atau tersingkir dari perebutan takhta Eropa.
Tantangan Juventus: Misi Bangkit di Tengah Tekanan
Juventus, klub yang sarat sejarah di Liga Champions, mendapati diri mereka dalam posisi sulit setelah hasil kurang memuaskan di leg pertama babak play-off. Diketahui kalah tipis 1-0 di kandang sendiri saat menjamu rival kuat seperti misalnya Atletico Madrid, Bianconeri kini harus bertandang ke markas lawan dengan beban wajib menang. Absennya beberapa pilar kunci akibat cedera dan akumulasi kartu menambah rumit misi pelatih Massimiliano Allegri untuk membalikkan keadaan. Permainan agresif dengan menekan sejak menit awal akan menjadi kunci bagi Dusan Vlahovic dan kawan-kawan.
Dukungan moral dan strategi jitu dari staf pelatih akan sangat vital. Analis sepak bola, Dino Zoff, optimistis Juventus masih memiliki peluang, meski menyadari tantangannya tidaklah mudah. Tekanan besar berada di pundak para pemain untuk menunjukkan mentalitas juara di kancah Eropa.
“Meskipun tertinggal, Juventus memiliki DNA juara. Mereka tahu bagaimana bermain di panggung besar dan tekanan seperti ini bisa menjadi motivasi ganda. Kuncinya ada pada soliditas lini tengah dan efektivitas serangan balik mereka saat bermain tandang.”
— Dino Zoff, Analis Sepak Bola Italia.
Real Madrid: Melangkah Mantap dengan Keunggulan Agregat
Situasi yang kontras justru dialami Real Madrid. Los Blancos, sang raja Liga Champions dengan koleksi gelar terbanyak, tampil dominan di leg pertama. Kemenangan meyakinkan 3-1 atas tim seperti RB Leipzig di Santiago Bernabeu menempatkan mereka dalam posisi yang sangat menguntungkan jelang leg kedua di kandang lawan. Dengan keunggulan agregat dua gol dan kekuatan skuad yang merata, pelatih Carlo Ancelotti memiliki fleksibilitas untuk merotasi pemain atau tetap menurunkan kekuatan penuh guna mengamankan tiket ke babak 16 besar tanpa risiko berarti.
Performa apik Jude Bellingham, Vinicius Jr., dan Rodrygo di lini serang menjadi momok menakutkan bagi setiap lawan. Ditambah solidnya lini pertahanan yang dikomandoi Eder Militao dan David Alaba, Real Madrid diprediksi akan bermain lebih lepas namun tetap disiplin untuk menghindari kejutan. Pengalaman para pemain di laga-laga besar Eropa juga menjadi faktor penentu yang sulit ditandingi oleh tim manapun, membuat mereka menjadi salah satu kandidat kuat untuk melaju lebih jauh dalam turnamen ini.
Pertandingan leg kedua babak play-off ini bukan hanya sekadar penentuan tim yang lolos ke babak 16 besar, melainkan juga pertunjukan strategi, mentalitas, dan kualitas individu para pemain. Di bawah format Liga Champions yang baru, persaingan menjadi lebih ketat, dan setiap klub harus menunjukkan performa terbaiknya sejak awal. Selain Juventus dan Real Madrid, beberapa pertandingan krusial lainnya juga akan memanaskan bursa transfer dan prediksi para pengamat, menjanjikan tontonan sepak bola kelas dunia yang tak boleh dilewatkan oleh para pecinta si kulit bundar.
Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda
