Proliga 2026 Tanpa Jakarta: Direktur Ungkap Alasan Ibu Kota Absen
Keputusan mengejutkan mewarnai persiapan Proliga 2026, kompetisi bola voli profesional paling bergengsi di Indonesia. Untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir, Jakarta dipastikan tidak akan menjadi tuan rumah seri pertandingan Proliga. Direktur Proliga, Hanny S. Surkatty, mengonfirmasi kabar tersebut pada 22 December 2025, sekaligus menjelaskan alasan komprehensif di balik absennya Ibu Kota dalam daftar kota penyelenggara.
Kebijakan Rotasi dan Pemerataan Regional
Hanny S. Surkatty menyoroti bahwa keputusan untuk tidak melibatkan Jakarta sebagai tuan rumah Proliga 2026 merupakan bagian dari strategi jangka panjang federasi untuk memperluas jangkauan dan pemerataan pengembangan bola voli di seluruh Indonesia. Menurutnya, fokus tidak lagi hanya terpusat pada kota-kota besar yang secara tradisional menjadi pusat kegiatan olahraga, melainkan juga memberikan kesempatan kepada daerah-daerah lain yang memiliki potensi besar.
“Keputusan ini didasari pada upaya kami untuk memberikan kesempatan kepada kota-kota lain di Indonesia agar turut merasakan euforia Proliga dan memacu pengembangan bola voli daerah. Kami ingin agar gairah Proliga tidak hanya terpusat di satu atau dua kota besar saja, melainkan menyebar ke seluruh penjuru negeri,” ujar Hanny S. Surkatty, menjelaskan kebijakan yang diambil Proliga.
Kebijakan rotasi tuan rumah ini diharapkan dapat menstimulasi pertumbuhan infrastruktur olahraga di berbagai daerah, serta meningkatkan minat masyarakat terhadap bola voli secara lebih merata. Meskipun Jakarta kerap menjadi pusat perhatian dan memiliki fasilitas memadai, Proliga menilai pentingnya distribusi kesempatan agar gairah kompetisi dapat dirasakan di kota-kota lain, dari Sabang hingga Merauke.
Dampak dan Prospek Pengembangan Nasional
Absennya Jakarta tentu menimbulkan pertanyaan di kalangan penggemar setia bola voli di Ibu Kota. Namun, Proliga meyakinkan bahwa kualitas dan daya saing kompetisi tidak akan berkurang. Justru, hal ini diharapkan akan memunculkan bibit-bibit pemain baru dan basis penggemar yang lebih luas di daerah. Proliga 2026 diproyeksikan akan menyambangi beberapa kota di luar Jawa, atau kota-kota di Jawa yang belum terlalu sering menjadi tuan rumah, memberikan pengalaman baru bagi klub dan penonton.
Sebagai liga profesional tingkat tertinggi, Proliga memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya menyajikan pertandingan berkualitas, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan olahraga nasional. Dengan kebijakan ini, Proliga berupaya mewujudkan visi tersebut, meski harus mengambil langkah yang mungkin terasa tidak populer bagi sebagian pihak. Federasi akan bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat dan sponsor untuk memastikan bahwa kota-kota yang terpilih memiliki kesiapan fasilitas dan logistik yang memadai untuk menyelenggarakan event sekelas Proliga. Diharapkan, pada edisi-edisi mendatang, Jakarta dapat kembali menjadi tuan rumah setelah periode rotasi ini berhasil mencapai tujuannya dalam pemerataan pengembangan bola voli Indonesia.
Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda
