Bentrok Maut di Perairan Kuba: Havana Klaim Gagalkan Upaya Infiltrasi dari Florida
Havana, Kuba – Sebuah insiden mematikan terjadi di perairan dekat pantai Kuba, melibatkan pasukan perbatasan Kuba dalam baku tembak dengan orang-orang di atas sebuah kapal yang menurut pemerintah Kuba berasal dari Florida. Kementerian Dalam Negeri Kuba menyatakan bahwa empat orang tewas dan enam lainnya terluka dalam bentrokan tersebut, yang disebut sebagai upaya “infiltrasi” oleh warga negara Kuba.
Detail Insiden yang Dikhawatirkan
Menurut pernyataan resmi dari Kementerian Dalam Negeri Kuba yang dirilis pada 26 February 2026, insiden tersebut melibatkan pasukan penjaga pantai yang berupaya menghentikan sebuah kapal yang membawa warga negara Kuba. Kapal itu diidentifikasi sebagai “berasal dari Florida” dan disebut memiliki tujuan “infiltrasi” ke pulau tersebut. Pertempuran sengit pun tak terhindarkan, mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka.
Pihak berwenang Kuba menuduh bahwa mereka yang berada di atas kapal bersenjata dan terlibat dalam baku tembak yang intens dengan pasukan perbatasan. Detail spesifik mengenai jenis senjata yang digunakan atau durasi baku tembak tidak dirinci dalam pernyataan awal. Namun, insiden ini menambah daftar panjang kekerasan yang terkait dengan upaya migrasi ilegal dari dan ke Kuba, terutama yang melibatkan rute laut berbahaya.
“Insiden ini menggarisbawahi tekad kami untuk melindungi kedaulatan nasional dan menggagalkan segala upaya ilegal yang mengancam keamanan negara, termasuk infiltrasi yang didalangi dari luar negeri,” demikian pernyataan Kementerian Dalam Negeri Kuba, yang menyoroti sifat serius dari kejadian tersebut.
Pemerintah Kuba secara konsisten menuding Amerika Serikat sebagai pemicu utama krisis migrasi, menyoroti embargo ekonomi yang berkepanjangan dan kebijakan migrasi sebelumnya yang mereka klaim mendorong warga Kuba untuk mengambil risiko perjalanan berbahaya.
Konteks Migrasi dan Hubungan AS-Kuba
Insiden seperti ini bukan kali pertama terjadi dan mencerminkan ketegangan yang terus-menerus dalam hubungan antara Kuba dan Amerika Serikat, serta krisis migrasi yang mendalam di Karibia. Ribuan warga Kuba setiap tahunnya berusaha melarikan diri dari kondisi ekonomi yang sulit dan penindasan politik di negara mereka, seringkali menggunakan rute laut yang berisiko tinggi menuju Florida.
Meskipun kebijakan “kaki basah, kaki kering” AS telah dihapus pada tahun 2017, yang sebelumnya memungkinkan warga Kuba yang berhasil mencapai daratan AS untuk tinggal dan mengajukan kewarganegaraan, namun gelombang migrasi ilegal terus berlanjut. Kebijakan ini sempat menjadi daya tarik utama bagi para migran dan seringkali memicu industri penyelundupan manusia yang berbahaya.
Pihak berwenang AS, termasuk Penjaga Pantai AS, secara rutin mencegat kapal-kapal yang mengangkut migran Kuba di Selat Florida dan memulangkan mereka. Namun, mereka belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai insiden spesifik yang dilaporkan oleh Kuba ini pada 26 February 2026. Komentar dari Washington atau dari otoritas Florida masih ditunggu untuk memberikan perspektif yang lebih lengkap tentang tuduhan Havana mengenai asal-usul kapal tersebut.
Analis politik dan migrasi memperkirakan bahwa insiden mematikan ini dapat memperkeruh hubungan AS-Kuba yang sudah tegang. Kondisi ekonomi yang memburuk di Kuba, ditambah dengan sanksi AS yang ketat, diperkirakan akan terus mendorong gelombang migrasi, sehingga meningkatkan risiko insiden serupa di masa mendatang.
Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda
