Iran Perberat Represi: ‘Hukuman Kolektif’ Sasar Pendukung Protes di Seluruh Negeri
TEHERAN – Otoritas Iran semakin memperketat cengkeraman represinya terhadap warga sipil yang terlibat atau mendukung gelombang protes anti-pemerintah yang telah berlangsung berbulan-bulan. Taktik ‘hukuman kolektif’ yang kejam kini menjadi ciri khas, mencakup penangkapan massal, penyitaan aset, dan bahkan perburuan terhadap dokter yang merawat demonstran yang terluka. Meskipun menghadapi ancaman yang meningkat secara drastis, sebagian warga Iran terus menunjukkan pembangkangan, menolak untuk tunduk pada intimidasi.
Penindasan Sistematis dan Perburuan Tanpa Henti
Sejak gelombang protes meletus tahun lalu, respons pemerintah Iran terhadap perbedaan pendapat semakin brutal dan sistematis. Laporan dari berbagai organisasi hak asasi manusia internasional dan saksi mata di lapangan menunjukkan pola penindasan yang mencakup lebih dari sekadar penahanan demonstran di jalanan. Aparat keamanan kini menyasar individu yang dicurigai memiliki kaitan sekecil apa pun dengan gerakan protes, termasuk keluarga, teman, dan bahkan penyedia layanan medis.
Penangkapan massal terus berlanjut di berbagai kota di Iran, seringkali tanpa surat perintah atau penjelasan yang jelas. Ribuan orang dilaporkan telah ditahan, banyak di antaranya menghadapi dakwaan berat dan pengadilan yang tidak transparan. Selain penangkapan, otoritas juga melakukan penyitaan properti dan pembekuan rekening bank milik individu yang terkait dengan protes, secara efektif memiskinkan mereka dan keluarga mereka sebagai bentuk hukuman ekonomi.
Salah satu aspek paling mengkhawatirkan dari kampanye penindasan ini adalah perburuan terhadap dokter dan profesional medis. Tenaga kesehatan yang berani merawat demonstran yang terluka dalam unjuk rasa berisiko ditangkap, disiksa, atau dicabut izin praktiknya. Tindakan ini menciptakan iklim ketakutan yang mencegah para demonstran mencari pertolongan medis yang sangat dibutuhkan, berpotensi meningkatkan jumlah korban jiwa atau cedera permanen. Aktivis medis menyoroti pelanggaran etika dan kemanusiaan yang serius ini, yang mengorbankan prinsip netralitas medis demi kepentingan politik.
“Ini bukan sekadar penumpasan demonstrasi; ini adalah upaya sistematis untuk menghancurkan struktur sosial dan solidaritas di antara warga negara,” ujar seorang aktivis hak asasi manusia Iran yang berbasis di luar negeri, berbicara secara anonim demi keselamatannya, dalam sebuah pernyataan kepada media asing pada 05 February 2026. “Mereka ingin menciptakan ketakutan yang melumpuhkan, di mana siapa pun yang menunjukkan dukungan sekecil apa pun akan menghadapi konsekuensi yang menghancurkan.”
Hukuman Kolektif dan Semangat Perlawanan yang Tak Padam
Strategi ‘hukuman kolektif’ yang diterapkan oleh Teheran bertujuan untuk mengirimkan pesan yang jelas: setiap bentuk perlawanan akan dibayar mahal, tidak hanya oleh individu tetapi juga oleh lingkaran terdekat mereka. Taktik ini dirancang untuk memecah belah komunitas dan menanamkan ketakutan yang mendalam, berharap dapat memadamkan api protes yang telah berkobar begitu lama.
Meskipun demikian, semangat perlawanan di kalangan sebagian warga Iran tetap membara. Di tengah ancaman yang mengerikan, masih ada laporan tentang aksi pembangkangan skala kecil, protes diam-diam, dan aktivisme online yang terus berlanjut. Banyak yang percaya bahwa harga kebebasan jauh lebih tinggi daripada risiko yang mereka hadapi. Para demonstran, didorong oleh frustrasi terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan politik, tampaknya tidak gentar dengan eskalasi represi yang diterapkan pemerintah.
Komunitas internasional, termasuk organisasi hak asasi manusia seperti Amnesty International dan Human Rights Watch, telah berulang kali mengecam tindakan keras Iran. Mereka menyerukan pembebasan segera tahanan politik, diakhirinya penindasan brutal, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia universal. Namun, sejauh ini, seruan-seruan ini tampaknya belum menggoyahkan tekad pemerintah Iran untuk terus melanjutkan strategi represifnya.
Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda
