February 5, 2026

LOKAL TIMES

Update Terus, Gak Ketinggalan Zaman!

Keir Starmer Minta Maaf: Dokumen Baru Ungkap Eks-Dubes Mandelson Terkait Epstein

Pemimpin Partai Buruh Inggris, Keir Starmer, pada 05 February 2026 mengeluarkan permohonan maaf resmi menyusul terungkapnya dokumen-dokumen baru yang merinci keterkaitan antara terpidana pelaku kejahatan seks Jeffrey Epstein dan Peter Mandelson, seorang veteran politik berpengaruh yang sebelumnya ditunjuk oleh Starmer sebagai utusan khusus untuk Amerika Serikat.

Insiden ini berpotensi menimbulkan gelombang politik, menempatkan Starmer di bawah tekanan untuk menjelaskan proses penunjukan Mandelson di tengah upaya Partai Buruh untuk memposisikan diri sebagai alternatif pemerintahan yang kredibel dan bersih.

Keterkaitan yang Menggemparkan

Ratusan halaman dokumen pengadilan yang baru dirilis di Amerika Serikat telah membuka kembali luka lama seputar jaringan luas Jeffrey Epstein, yang meninggal di penjara pada tahun 2019 saat menunggu persidangan atas tuduhan perdagangan seks. Dalam kumpulan dokumen terbaru ini, nama Peter Mandelson, seorang mantan Menteri Kabinet dan tokoh kunci dalam pemerintahan Partai Buruh sebelumnya, muncul dalam konteks yang memprihatinkan.

Mandelson, yang dijuluki “Pangeran Kegelapan” karena reputasi politiknya yang licin, ditunjuk oleh Keir Starmer untuk menjadi Utusan Khusus Inggris Raya ke Amerika Serikat setelah Starmer mengambil alih kepemimpinan Partai Buruh. Penunjukan ini dimaksudkan untuk memperkuat hubungan transatlantik dan memperjuangkan kepentingan Inggris di Washington. Namun, terungkapnya hubungan Mandelson dengan Epstein kini membayangi tujuan awal penunjukan tersebut.

Meskipun detail pasti dari sifat hubungan Mandelson dengan Epstein dalam dokumen-dokumen tersebut masih menjadi subjek analisis publik dan media, kemunculan namanya dalam konteks ini telah memicu keprihatinan serius. Keir Starmer dengan cepat merespons, menyatakan penyesalan mendalam atas situasi tersebut.

“Saya sangat menyesali setiap keterkaitan yang mungkin terjadi antara pejabat yang saya tunjuk dan individu seperti Jeffrey Epstein. Transparansi dan integritas adalah landasan nilai-nilai kami, dan kami akan memastikan bahwa setiap penunjukan di masa depan menjalani pemeriksaan paling ketat,” kata Starmer dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada 05 February 2026.

Implikasi Politik dan Respons Partai

Permohonan maaf Starmer datang pada saat krusial bagi Partai Buruh, yang saat ini memimpin dalam jajak pendapat menjelang pemilihan umum berikutnya. Skandal terkait Epstein memiliki dampak jangka panjang dan mendalam di kancah politik global, dan asosiasi, bahkan secara tidak langsung, dengan individu yang terlibat di dalamnya dapat merusak reputasi seorang pemimpin politik.

Partai Konservatif yang berkuasa kemungkinan besar akan memanfaatkan insiden ini untuk menyoroti apa yang mereka sebut sebagai “penilaian buruk” Starmer atau kurangnya uji tuntas dalam proses penunjukan. Hal ini dapat mengalihkan perhatian dari isu-isu kebijakan inti yang ingin disampaikan Partai Buruh kepada publik.

Sumber-sumber internal Labour menyebutkan bahwa insiden ini telah ditanggapi dengan sangat serius di dalam partai, dengan adanya janji untuk meninjau kembali prosedur uji tuntas (due diligence) untuk penunjukan-penunjukan penting di masa depan. Fokus saat ini adalah memitigasi kerusakan reputasi dan menegaskan kembali komitmen partai terhadap etika dan integritas.

Hingga berita ini diturunkan, Mandelson belum memberikan pernyataan publik mengenai tuduhan baru ini atau keterlibatannya dalam dokumen-dokumen Epstein. Situasi ini diperkirakan akan terus berkembang seiring dengan penyelidikan lebih lanjut terhadap isi dokumen-dokumen tersebut dan respons dari berbagai pihak.

Skandal Jeffrey Epstein terus menjangkau jauh, menyeret nama-nama dari berbagai lingkaran kekuasaan dan pengaruh, mengingatkan publik akan jangkauan mengerikan dari kejahatan yang dilakukan oleh miliarder yang kini telah tiada tersebut.


Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda