February 5, 2026

LOKAL TIMES

Update Terus, Gak Ketinggalan Zaman!

Milano Cortina 2026: Sorotan Olimpiade Musim Dingin dan Absennya Indonesia

Komite Olimpiade Internasional (IOC) bersama panitia penyelenggara terus mematangkan persiapan menjelang perhelatan akbar Olimpiade Musim Dingin 2026. Ajang empat tahunan ini akan berlangsung di dua kota ikonik Italia, Milano dan Cortina d’Ampezzo, menjanjikan tontonan olahraga berkelas dunia. Namun, di tengah hiruk pikuk persiapan global ini, satu pertanyaan tetap mengemuka bagi publik di negara tropis seperti Indonesia: bagaimana peluang dan mengapa Indonesia masih absen dari panggung olahraga musim dingin paling bergengsi ini?

Persiapan Milano Cortina dan Tantangan Global

Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026 akan menjadi edisi ke-25 dari ajang tersebut, menandai kedua kalinya Cortina d’Ampezzo menjadi tuan rumah setelah sukses menyelenggarakan pada tahun 1956. Kali ini, Milano turut ambil bagian sebagai kota utama, menghadirkan konsep Olimpiade yang lebih tersebar dan memanfaatkan infrastruktur yang ada di wilayah Lombardy dan Veneto.

Menurut laporan terbaru, persiapan lokasi pertandingan, akomodasi, dan infrastruktur transportasi terus berjalan sesuai jadwal. Pesta olahraga ini dijadwalkan akan mempertandingkan 116 nomor dari 16 disiplin olahraga, termasuk ski alpen, seluncur es, hoki es, bobsled, dan curling. Lebih dari 2.900 atlet dari sekitar 90 negara diharapkan akan berpartisipasi, berkompetisi memperebutkan medali emas, perak, dan perunggu.

Namun, penyelenggaraan Olimpiade Musim Dingin juga dihadapkan pada tantangan global, terutama terkait perubahan iklim. Kondisi salju alami yang semakin tidak menentu di beberapa wilayah Eropa memaksa panitia untuk mempertimbangkan penggunaan salju buatan dan solusi inovatif lainnya guna memastikan kelancaran kompetisi. Aspek keberlanjutan dan dampak lingkungan juga menjadi fokus utama dalam setiap tahapan persiapan.

Indonesia dan Mimpi Olimpiade Musim Dingin: Realitas dan Harapan

Sementara negara-negara dengan iklim empat musim mempersiapkan kontingennya, Indonesia, sebagai negara kepulauan tropis, belum mampu mengirimkan perwakilan untuk berkompetisi di Olimpiade Musim Dingin 2026. Absennya Indonesia bukanlah hal baru, melainkan cerminan dari tantangan struktural dan geografis yang mendalam.

Ketiadaan salju alami dan fasilitas olahraga musim dingin yang memadai di Indonesia menjadi hambatan utama. Olahraga seperti ski, seluncur es, atau bobsled membutuhkan infrastruktur khusus dan lingkungan latihan yang tidak tersedia secara luas. Akibatnya, pembinaan atlet sejak usia dini dan pengembangan ekosistem olahraga musim dingin di Indonesia masih jauh dari kata ideal. Minimnya eksposur dan kesempatan bagi atlet muda untuk berlatih dan berkompetisi di level internasional juga memperkecil peluang untuk melahirkan talenta yang kompetitif.

“Partisipasi kami di Olimpiade Musim Dingin masih menghadapi tantangan besar, terutama ketersediaan fasilitas dan pembinaan atlet sejak dini. Namun, semangat untuk mengembangkan potensi olahraga musim dingin di masa depan selalu ada. Ini adalah investasi jangka panjang yang membutuhkan dukungan berkelanjutan dari semua pihak,” kata seorang pengamat olahraga di Jakarta pada 04 February 2026, menyoroti realitas yang ada.

Meskipun demikian, harapan untuk suatu hari bisa berpartisipasi di ajang ini tetap membara. Beberapa upaya kecil telah dilakukan, seperti pengembangan hobi seluncur es di pusat perbelanjaan atau pengiriman atlet muda untuk berlatih di luar negeri. Namun, untuk bisa mencapai level Olimpiade, dibutuhkan roadmap yang komprehensif, dukungan finansial besar, dan komitmen jangka panjang dari pemerintah, Komite Olimpiade Indonesia (KOI), serta federasi olahraga terkait.

Dengan persiapan Milano Cortina 2026 yang kian mendekat, dunia akan kembali menyaksikan pertarungan sengit di atas es dan salju. Bagi Indonesia, ajang ini menjadi pengingat akan potensi yang belum tergali dan mimpi yang masih harus diperjuangkan untuk bisa menorehkan sejarah di kancah olahraga musim dingin global.


Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda