February 9, 2026

LOKAL TIMES

Update Terus, Gak Ketinggalan Zaman!

Persija Jakarta Kalah, Arema FC Raih Poin Penuh: Macan Kemayoran Kehilangan Taring

Kekalahan mengejutkan menimpa Persija Jakarta saat menjamu Arema FC dalam lanjutan Liga 1. Bermain di hadapan pendukungnya sendiri, Macan Kemayoran tak berdaya menahan gempuran Singo Edan dan harus menyerah dengan skor 0-2. Hasil ini tidak hanya memperburuk posisi Persija di papan klasemen, tetapi juga membuat dua pesaing utama mereka, Persib Bandung dan Borneo FC, semakin menjauh.

Macan Kemayoran Tumpul, Arema FC Efektif

Pertandingan yang berlangsung pada 08 February 2026 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, sejatinya diharapkan menjadi momentum kebangkitan bagi Persija Jakarta. Namun, harapan itu sirna setelah Arema FC tampil disiplin dan memanfaatkan setiap peluang yang ada. Gol-gol Arema FC dicetak oleh Charles Lokolingoy pada menit ke-20 dan Dedik Setiawan pada menit ke-55, keduanya lahir dari skema serangan balik cepat yang efektif.

Persija, di bawah asuhan Thomas Doll, tampak kesulitan mengembangkan permainan. Penguasaan bola memang didominasi oleh Marko Simic dkk., namun minimnya kreativitas di lini tengah dan penyelesaian akhir yang tidak efektif menjadi masalah klasik yang kembali terulang. Beberapa peluang emas yang seharusnya bisa menjadi gol, termasuk dari Riko Simanjuntak dan Witan Sulaeman, gagal dikonversi dengan baik. Statistik menunjukkan Persija melepaskan lebih dari 15 tembakan, namun hanya sedikit yang mengarah tepat sasaran, menandakan lini serang yang “ompong” atau tumpul.

Sebaliknya, Arema FC tampil solid di lini belakang dan bermain sangat pragmatis. Pelatih Widodo C. Putro berhasil meracik strategi yang membuat lini tengah Persija frustasi dan lini belakang Arema tetap kokoh. Dua gol yang tercipta adalah bukti efisiensi mereka dalam memanfaatkan transisi dari bertahan ke menyerang, sesuatu yang sangat dibutuhkan tim yang berjuang di zona bawah klasemen.

“Kami sudah berusaha keras, menciptakan beberapa peluang, namun gagal memanfaatkannya. Ini adalah masalah klasik kami musim ini, penyelesaian akhir yang tidak maksimal. Kami harus segera mengevaluasi diri dan mencari solusi agar ini tidak terulang di pertandingan selanjutnya,” ujar Thomas Doll dalam konferensi pers pasca-pertandingan, dengan nada kekecewaan yang kentara.

Implikasi Klasemen dan Jarak yang Makin Jauh

Kekalahan dari Arema FC memiliki dampak signifikan terhadap posisi Persija Jakarta di tabel klasemen Liga 1. Dengan tambahan tiga poin, Arema FC berhasil sedikit bernapas lega dan menjauhi zona degradasi, memberikan harapan baru bagi mereka untuk bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Namun, bagi Persija, hasil ini adalah pukulan telak. Persib Bandung dan Borneo FC, yang sama-sama meraih kemenangan di pekan yang sama, kini semakin memperlebar jarak poin. Ambisi Persija untuk menembus papan atas atau bahkan bersaing memperebutkan gelar juara semakin berat. Tim ibu kota kini terancam terlempar dari persaingan perebutan tiket ke kompetisi Asia, sebuah target yang diusung sejak awal musim.

Tekanan kini semakin besar bagi Thomas Doll dan seluruh skuad Macan Kemayoran. Mereka harus segera menemukan formula terbaik untuk mendongkrak performa tim, terutama dalam hal produktivitas gol. Pertandingan-pertandingan tersisa di Liga 1 akan menjadi ujian berat bagi mental dan strategi Persija, yang dihadapkan pada kenyataan pahit bahwa “taring” mereka belum cukup tajam untuk mengoyak pertahanan lawan di momen-momen krusial.

Fans Persija tentu berharap tim kesayangan mereka dapat segera bangkit dan menunjukkan jati diri sebagai salah satu kekuatan sepak bola nasional. Namun, jika kebuntuan lini serang terus berlanjut, posisi mereka di klasemen dipastikan akan semakin terpuruk dan mimpi untuk meraih prestasi musim ini mungkin harus dikubur dalam-dalam.


Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda