August 29, 2025

LOKAL TIMES

Update Terus, Gak Ketinggalan Zaman!

Serangan Rusia Guncang Kyiv: Belasan Tewas, Gedung dan Pusat Perbelanjaan Porak-poranda

Kyiv, ibu kota Ukraina, kembali dilanda rentetan serangan rudal masif yang menargetkan berbagai infrastruktur sipil dan pemerintahan, menewaskan sedikitnya 18 orang dan melukai puluhan lainnya. Serangan yang terjadi pada 29 August 2025, dua minggu setelah pembicaraan diplomatik tingkat tinggi terkait konflik, menandai gelombang bombardir terbesar terhadap ibu kota Ukraina sejak pertemuan puncak penting di Alaska.

Ledakan dahsyat mengguncang pusat kota dan area permukiman, meninggalkan jejak kehancuran di sebuah gedung apartemen lima lantai, sebuah pusat perbelanjaan yang ramai, serta sejumlah gedung yang digunakan oleh perwakilan pemerintah Eropa. Pemandangan mengerikan memperlihatkan tim penyelamat berjuang di tengah puing-puing, mencari korban yang mungkin masih terperangkap, sementara asap tebal membubung di atas cakrawala kota.

Gelombang Serangan Terbesar Sejak KTT Alaska

Menurut otoritas setempat, serangan udara yang terjadi di pagi buta ini diluncurkan dalam beberapa gelombang, menggunakan rudal presisi tinggi yang melumpuhkan target-target krusial. Gedung apartemen yang hancur sebagian besar telah ditinggali oleh warga sipil, menyebabkan jumlah korban tewas meningkat drastis. Pusat perbelanjaan, yang biasanya ramai aktivitas, kini hanya menyisakan reruntuhan besi dan kaca, menjadi simbol lain dari agresi tanpa pandang bulu.

Serangan ini memicu kepanikan massal di kalangan penduduk Kyiv, banyak di antaranya terbangun oleh suara sirene peringatan dan ledakan yang memekakkan telinga. Rumah sakit-rumah sakit setempat kewalahan menerima korban luka-luka, beberapa di antaranya dalam kondisi kritis. Insiden ini secara nyata memperparah penderitaan jutaan warga Ukraina yang telah hidup dalam bayang-bayang perang selama berbulan-bulan.

“Ini adalah kejahatan perang yang keji, sebuah demonstrasi brutal dari ketidakpedulian terhadap kehidupan sipil. Dunia harus bangkit dan mengutuk tindakan biadab ini serta memberikan dukungan penuh kepada Ukraina untuk mempertahankan kedaulatannya.” – Pernyataan dari Kantor Presiden Ukraina.

Reaksi Internasional dan Implikasi Geopolitik

Serangan brutal terhadap Kyiv dengan cepat memicu gelombang kecaman internasional. Uni Eropa, Amerika Serikat, dan sejumlah negara sekutu dengan cepat mengeluarkan pernyataan keras, mengutuk tindakan Rusia dan menyerukan diakhirinya kekerasan terhadap warga sipil. Banyak pihak menilai serangan ini sebagai bentuk eskalasi yang mengkhawatirkan, terutama mengingat momentum setelah pertemuan diplomatik yang diharapkan dapat meredakan ketegangan.

Pengamat politik internasional menilai bahwa waktu serangan, dua minggu setelah pembicaraan diplomatik yang melibatkan kekuatan global, mungkin mengindikasikan upaya untuk mengirimkan pesan politik atau untuk menghancurkan moral Ukraina dan sekutunya. Meskipun detail pasti dari “Trump talks” dan “Alaska summit” belum sepenuhnya terungkap dalam konteks ini, waktu serangan yang mengikuti momen diplomatik tersebut telah memicu spekulasi tentang kegagalan upaya deeskalasi.

Komunitas internasional kini dihadapkan pada pertanyaan serius tentang efektivitas sanksi yang ada dan perlunya langkah-langkah lebih lanjut untuk menghentikan agresi Rusia. PBB telah menyerukan investigasi menyeluruh terhadap insiden ini, sementara organisasi kemanusiaan telah memperingatkan tentang krisis kemanusiaan yang memburuk akibat serangan yang menargetkan infrastruktur vital dan penduduk sipil.

Dengan jumlah korban yang terus bertambah dan kerusakan yang meluas, Kyiv sekali lagi menjadi garis depan konflik yang tampaknya tidak berkesudahan. Serangan terbaru ini menegaskan kembali realitas pahit bahwa meskipun ada upaya diplomatik, kekerasan dan penderitaan warga sipil di Ukraina masih jauh dari kata berakhir.


Kunjungi halaman utama kami untuk berita terbaru lainnya 👉
Beranda

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.